KELANA KOTA

Satu Pelaku Pembunuhan di Apartemen Educity Surabaya Tertangkap

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 05 Juni 2018 | 18:52 WIB
Jenazah Agung Pribadi (40) yang ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk pada bagian perut dan dada di sebuah apartemen Educity lantai 17, Mulyorejo Surabaya, Senin (28/5/2018). Foto: Anggi/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap satu pelaku pembunuhan di Apartemen Educity, Mulyorejo, Surabaya, dengan korban Agung Pribadi (40) warga Jakarta.

AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan ditangkapnya satu pelaku tersebut, bukan berarti proses penyelidikan dan penangkapan telah selesai. Pasalnya, polisi kembali menemukan indikasi bahwa korban dibunuh oleh empat orang pelaku. Saat ini, tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Sementara untuk pelaku yang sudah ditangkap, kata Sudamiran, diduga hanya terlibat dan bukan pelaku utama dari pembunuhan tersebut.

"Ada dugaan pembunuhan itu dilakukan empat orang. Jadi saat ini, satu orang sudah ditangkap, sedangkan tiga lainnya masih proses penangkapan. Yang kami tangkap ini terlibat, bukan yang menjadi dalang atau pelaku utamanya," kata Sudamiran, kepada suarasurabaya.net, Selasa (5/6/2018).

Dugaan sementara, lanjut Sudamiran, ada dua motif yang melatar belakangi pelaku tega membunuh korban. Polisi menduga, motif pembunuhan ini terkait bisnis narkoba dan cemburu buta.

Namun sementara ini, pihaknya belum bisa mengungkapkan secara detil terkait penangkapan pelaku dan informasi lainnya. Karena polisi, masih dalam proses penyelidikan.

"Nanti secara detil, akan disampaikan oleh Kapolrestabes. Jadi tunggu saja ya," tuturnya.

Sekadar diketahui, Agung Pribadi ditemukan tewas di Apartemen Educity lantai 17, Mulyorejo, Surabaya, tepatnya di dalam kamar mandi. Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh petugas apartemen pada Senin (28/5/2018), sekitar pukul 06.45 WIB.

Dari hasil autopsi sementara, pada tubuh korban terdapat tiga luka tusuk di bagian perut dan dada. Luka tusuk itu akibat tikaman pisau. Fakta itu relevan dengan barang bukti sebilah pisau dapur yang ditemukan dalam kamar tempat korban dihabisi. (ang/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA