KELANA KOTA

Temui Anak Pelaku Bom, Risma: Mereka Mulai Ceria, Terbuka dan Banyak Bercerita

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 12 Juni 2018 | 13:14 WIB
Tri Rismaharini Walikota Surabaya bersama Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya di Mapolda Jatim. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengunjungi tujuh anak pelaku bom di Ruang Crisis Center Anggrek 20 Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Selasa (12/6/2018). Saat ditemui, Risma mengaku telah berkomunikasi dengan anak-anak dan kondisi mereka kian membaik.

Risma menceritakan pengalamannya saat menemui anak-anak pelaku bom. Mereka mulai terbuka dan bercerita banyak kepada Risma, seperti tentang prestasi yang mereka raih selama di sekolah. Bahkan salah satu diantara mereka seperti AIS (8) anak pelaku bom di Polrestabes Surabaya sempat mengaku kepada Risma bahwa dirinya sangat ingin bertemu dengannya sejak dulu.

Ditengah keasyikan mereka bercerita, Risma memberikan beberapa hadiah untuk anak-anak, seperti mainan bola dan buku. Seketika, kata Risma, anak-anak semakin ceria.

"Sudah mulai membaik, meskipun masih ada beberapa yang masih susah diajak ngomong. Tapi sedikit kok. Banyak tadi yang cerita ke saya, ya macam-macam. Tadi ada anak yang cerita kalau dia juara pencak silat di Jatim. Terus saya juga kasih mainan. Kalau AIS tadi tak kasih buku, sudah ceria dia. Meskipun dia tangan kanannya patah. Ais sudah lama pengen ketemu aku, dia minta ketemu aku. Dia bilang seneng punya temen banyak. Dia pengen main-main sama temen yang lain," kata Risma, saat ditemui di Polda Jatim, Selasa (12/6/2018).

Mengenai perbebatan yang terjadi pada anak-anak khususnya yang tidak mau menerima ajaran atau arahan sesuai norma yang berlaku, Risma mengaku telah meminta bantuan kepada ahli psikolog yang juga ahli di bidang agama. Hasilnya, anak-anak mulai bisa menerima dengan metode pembelajaran menggunakan dalil-dalil yang mengajarkan kebaikan.

"Saya carikan dari UINSA, psikolog yang juga mengerti dalil-dalil. Misalnya diajari senyum, terus berbuat baik hati, mengucapkan terima kasih itu diajari pakai dalilnya apa, dan alhamdulillah anak-anak itu lebih bisa nerima," kata dia.

Dalam hal ini, Risma mengaku tidak akan mengadopsi anak-anak tersebut. Dia telah menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Sosial dan pihak terkait, mulai dari pendampingan, pendidikan hingga keamanan. Pihak Pemkot Surabaya hanya akan memantau bagaimana perkembangan anak-anak.

"Kita tidak mengadopsi, karena agak sulit pengamanannya, saya juga ndak berani. Kita rahasiakan tempatnya, karena anak-anak ini, kita dengar sedang dicari dan akan dibunuh. Jadi kita serahkan ke Kemensos. Nanti dari kita hanya lihat perkembangannya saja bagaimana," kata dia.

Risma berharap ke depan anak-anak itu bisa tumbuh normal, seperti anak-anak lainnya. Hal itu juga sesuai dengan harapan ketujuh anak pelaku bom, yang menginginkan bermain dan bersekolah seperti teman-temannya.

"Iya, mereka tadi menyampaikan kalau banyak teman dan banyak saudara itu seneng. Mereka ingin bisa bermain dan belajar bersama. Mereka juga bilang kepengen sekolah," tuturnya. (ang/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.