KELANA KOTA
Info Mudik PLN

Sambut Idul Fitri, Pelanggan PLN yang Ingin Tambah Daya Dapat Diskon 50 Persen

Laporan Dwi Yuli Handayani | Selasa, 12 Juni 2018 | 13:22 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - PLN kembali memberikan promo besar-besaran untuk seluruh pelanggan dengan Diskon Biaya Tambah Daya sebesar 50 persen. Promo ini diberikan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Bob Saril General Manager PLN Distribusi Jawa Timur mengatakan, promo ini diberikan kepada pelanggan dengan daya 220 VA-197 KVA dan diskon 100 persen untuk pelanggan rumah ibadah.

Promo Gemerlap Lebaran ini berlangsung dari 17 Mei-30 Juni 2018.

"Pelanggan tidak perlu menunggu lama karena PLN akan memberikan pelayanan cepat tidak lebih dari 24 jam dan tanpa mengubah kWh meter paskabayar menjadi prabayar ataupun sebaliknya," kata Bob seperti dalam rilis yang diterima suarasurabaya.net.

Selain itu, PLN juga menyiapkan posko mudik lebaran sebanyak 45 lokasi meliputi 35 yang dikelola langsung masing-masing Area untuk jalur Timur ada di Asembagus, Rogojambi, Jaga Kalibaru, Genteng, Jogo Wongsorejo jalur Utara (Padangan, Brondong, Babad, Blenga, Sampang), jalur Timur (Caruban, Mantingan, Wlingi, Ngunut, Kertosono, Wonosari), jalur Selatan (Ponorogo dan Balong) serta sisanya ada di Area Pasuruan, Sidoarjo, Madiun, dan Gresik.

Bob menjelaskan, posko ini disiapkan oleh PLN sebagai tempat istirahat sementara bagi para pemudik yang melewati kota tersebut.

"Kami menyiapkan posko mudik di beberapa titik di Jawa Timur. Bagi para pemudik dipersilahkan singgah sejenak untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanannya menuju kota tujuan masing-masing," kata Bob.

Sementara itu di 10 posko mudik lebaran seperti di gerbang Suramadu, Jombang, Malang, Pandaan, Nganjuk, Situbondo, Sampang, Ngawi, Jember, Tuban, PLN juga bekerja sama dengan komunitas motor.

"Hal ini sebagai wujud kepedulian PLN kepada masyarakat yang akan mudik untuk merayakan Idul Fitri di kampung halamannya masing-masing," ujarnya. (dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.