KELANA KOTA

Kemensos Siapkan Metode Khusus Merehabilitasi Anak Pelaku Bom

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 12 Juni 2018 | 20:52 WIB
Nahar Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Kementerian Sosial menyatakan siap menerima tujuh anak pelaku bom, untuk membantu pemulihan secara psikologis dan memperbaiki pemahaman keagamaannya.

Nahar Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos mengatakan pihaknya telah menyiapkan metode khusus untuk melakukan rehabilitasi sosial, agar mereka bisa kembali normal dan bergabung dengan anak-anak lainnya.

Metode khusus itu nantinya, lanjutnya, anak-anak akan melalui empat tahapan. Di antaranya tahapan pendidikan, konseling, rehabilitasi sosial dan pendampingan sosial. Sebelumnya, Kemensos juga telah melakukan metode yang sama terhadap 90 anak dari terduga teroris di tahun 2017.

"Kami selama ini, sudah merehabilitasi 90 anak di tahun 2017. Kalau ditambah yang hari ini, berarti ada 97 anak. Lalu dengan keluarganya yang ikut di sana sudah ada 180 an. Ya, mereka anak-anak yang diduga berhubungan dengan terorisme. Jadi nanti metodenya ada empat tahapan, yang akan dijalankan," kata Nahar, Selasa (12/6/2018).

Nahar mengungkapkan salah satu tahapan yang paling mendasar dalam metode ini adalah pendidikan. Anak-anak perlu diberikan pemahaman tentang bagaimana norma-norma yang berlaku di Indonesia. "Apakah seandainya jika kita memiliki norma yang berbeda itu dianggap benar atau perlu diperbandingkan dengan pemahaman lain," tambahnya.

Terkait tempat rehabilitasi sosial untuk anak-anak itu, Nahar enggan menyebutkan dan memilih merahasiakannya. Dia hanya mengungkapkan bahwa Kemensos telah menyiapkan tempat khusus untuk anak-anak, yang ada di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Surabaya dan Malang.

"Prinsipnya, tempat nanti akan menyesuaikan kenyamanan anak-anak," tambahnya.

Nahar juga tidak bisa memastikan seberapa lama waktu yang dibutuhkan anak-anak untuk menjalani rehabilitasi. Karena menurutnya, masing-masing anak memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda. (ang/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.