KELANA KOTA
Info Mudik

H+2 Lebaran, Tol Fungsional Wilangan-Kertosono Kembali Buka Sampai Malam

Laporan Denza Perdana | Minggu, 17 Juni 2018 | 19:13 WIB
Kendaraan melintasi Tol Fungsional Wilangan-Kertosono sampai malam hari. Tol dibuka untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Foto: Zaki via WhatsApp Suara Surabaya
suarasurabaya.net - Kepadatan lalu lintas kendaraan masih terjadi di Jalur Mudik dan Balik Lebaran 2018 di Jawa Timur pada H+2 Lebaran, Minggu (17/6/2018). Kepadatan kendaraan terpantau di exit Tol Fungsional Wilangan, Nganjuk.

Tol fungsional yang seharusnya beroperasi hingga pukul 17.00 WIB dibuka sampai malam untuk membantu pencairan lalu lintas. AKP Imam Mustolih Kasatlantas Polres Madiun membenarkan hal ini.

Pada pukul 18.00 WIB, jajaran kepolisian memutuskan agar tol fungsional Wilangan-Kertosono dibuka untuk kendaraan. Baik dari arah barat, yakni dari Madiun melewati gerbang Wilangan-Bandar Kedungmulyo, maupun sebaliknya dari timur, dari Bandar Kedungmulyo-Wilangan.

"Seluruh personel dari tiga wilayah, Jombang, Nganjuk, Madiun sudah gelar pasukan dan terjun ke lapangan. Ada asistensi dari pihak pejabat utama Direktorat Lantas Polda Jatim. Kebetulan saya juga mendampingi Wadirlantas Polda Jatim untuk melakukan pemantauan sekaligus pengaturan di exit tol wilangan," katanya kepada Radio Suara Surabaya, Minggu malam.

Dia mengatakan, keputusan polisi membuka tol fungsional hingga malam hari mengingat volume kendaraan meningkat cukup signifikan pada masa Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018 ini. Sebab itulah, kata Imam, pengoperasian tol fungsional akan dilakukan sampai penumpukan kendaraan benar-benar terurai.

"Pengawalan dari petugas patroli kepolisian sudah cukup tinggi. Masyarakat cukup tertib. Dari arah madiun berjalan 20-30 kilometer per jam, dengan dikawal 1 unit PJR. Pengawalan ini sudah kami siapkan dari pukul 17.00 WIB, saat Tol Fungsional sudah resmi ditutup. Sekarang ekornya masih mengalir," katanya.

Pemberlakuan Tol Fungsional Wilangan-Kertosono ini berbeda dengan yang telah diterapkan oleh pihak kepolisian tadi malam, Sabtu (16/6/2018). Tadi malam, tol fungsional hanya dibuka dari Wilangan sampai exit tol Sedadung, di Nganjuk.

Malam ini, setelah berkoordinasi dengan tiga polres dan diasistensi Ditlantas Polda Jatim, Polisi menerapkan operasional tol fungsional sampai ke Kertosono, sejauh kurang lebih 39 kilometer.

"Betul, di tol fungsional ini, PJU belum ada, rambu juga belum ada. Makanya kami gelar anggota untuk mengawal. Backbone kami nyalakan untuk traffic light, lalu pengawalan PJR di depan sebagai penjuru batas kecepatan kendaraan di belakangnya," katanya.

Pembukaan tol fungsional sampai malam dilakukan karena kepadatan lalu lintas juga terjadi di luar tol baik dari Ngawi-Kertosono yang mencapai 1,5 kilometer sebelum gerbang masuk tol akibat volume kendaraan yang meningkat. Selain itu, di jalur arteri utama juga terjadi penumpukan kendaraan dari Madiun memasuki nganjuk.

"Karena di depan Polsek Wilangan ada bottleneck (jalan menyempit), dari dua jalur menjadi satu jalur. Kemudian memasuki Nganjuk, kendaraan akan disambut satu perlintasan kereta api sebidang di Desa Mintil, Wilangan. Setelah tol mengalir, terurai, kami akan atur yang dari arteri masuk ke tol fungsional." kata Imam.

Dia mengimbau agar seluruh pengguna jalan tidak mengesampingkan keselamatan. Dia mengimbau agar pengguna jalan memperhatikan keselamatan dengan mengikuti petunjuk petugas kepolisian, memperhatikan batas kecepatan, dan tidak mendahului kendaraan lain. Alasannya, malam ini Tol Fungsional Wilangan-Kertosono dibuka dua arah juga untuk arah sebaliknya.

"Utamakan keselamatan, kami paham semua ingin cepat sampai ke tujuan, tapi jangan mengesampingkan keselamatan," katanya. "Kami akan melayani dan melaksanakan kegiatan manjemen rekayasa lalu lintas ini sampai betul-betul cair. Sampai betul-betul tidak ada kepadatan."(den)


Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.