KELANA KOTA

KA Mudik Gratis Probowangi Melanjutkan Perjalanan Tanpa Listrik

Laporan Denza Perdana | Minggu, 17 Juni 2018 | 22:07 WIB
Suasana di Kereta Api Mudik Gratis Probowangi Relasi Banyuwangi-Surabaya. Gelap dan tanpa AC karena gangguan genset sejak dekat Stasiun Pasuruan, Minggu (17/6/2018). Foto: Muhammad Aminuddin via Redaksi
suarasurabaya.net - Kereta Api Probowangi Relasi Banyuwangi Baru-Surabaya Gubeng mengalami gangguan genset di tengah perjalanan saat mendekati Stasiun Pasuruan, Minggu (17/6/2018) malam.

Karena adanya kesulitan perbaikan, KA Mudik Gratis 2018 kerja sama antara PT KAI Daop 8 Surabaya dengan Pemprov Jatim ini terpaksa melanjutkan perjalanan tanpa listrik.

Muhammad Aminuddin warga Gresik yang merupakan salah satu penumpang KA Mudik Gratis ini mengatakan, kereta berhenti di Stasiun Pasuruan sekitar pukul 19.55 WIB. Petugas KAI mengumumkan kepada penumpang, kereta itu mengalami gangguan genset dan harus menjalani perbaikan.

"Berhenti sekitar setengah jam di Stasiun Pasuruan, ternyata tidak bisa dibetulkan. Akhirnya kereta melanjutkan perjalanan. Ini sudah sampai di Stasiun Sidoarjo dan listrik masih belum menyala. Jadi di sini sekarang gelap, lampunya mati dan AC-nya padam. Saya tadi sampai sempat berdiri di sambungan, cari angin," ujarnya ketika dihubungi suarasurabaya.net, Minggu malam pukul 21.15 WIB.

Aminuddin mengatakan, tempat duduk di kereta itu penuh. Kereta Probowangi ini merupakan Kereta Api Balik Gratis 2018 yang pertama kali diberangkatkan. Angkutan Balik Gratis 2018 memang dimulai hari ini, 17 Juni-20 Juni mendatang.

Aminuddin sendiri naik kereta ini dari Stasiun Tanggul, Jember, dengan tujuan Surabaya Gubeng untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke rumahnya di Gresik.

Gatut Sutiyatmoko Manejer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya membenarkan, Kereta Api Probowangi Relasi Banyuwangi-Surabaya memang mengalami gangguan genset.

Menurutnya, petugas sempat mengupayakan perbaikan di Stasiun Pasuruan namun genset tetap tidak mau menyala. Masalahnya, kata Gatut, lampu semboyan 21 yang menjadi penanda gerbong terakhir dari keseluruhan rangkaian kereta turut mati. Padahal lampu ini penting bagi petugas di Stasiun Kereta Api.

"Akhirnya dari Pasuruan itu menggunakan lampu darurat untuk menggantikan lampu semboyan 21 itu. Seperti lampu ting itu, ya, tapi yang bisa di-charge. Sempat juga berhenti di Bangil, dicoba lagi, tapi tetap tidak bisa, ya terpaksa harus lanjut sampai Surabaya," ujarnya ketika dikonfirmasi Minggu malam.

Gatut membenarkan, selama kereta api melanjutkan perjalanan dari Stasiun Pasuruan, lampu dan AC di dalam kereta dalam keadaan padam. Namun dia memastikan, di dalam kereta itu ada jendela darurat yang bisa dibuka sehingga penumpang tidak sampai kepanasan.

"Kalau keadaan normal, kami bisa memberikan kompensasi 50 persen dari tarif tiket kereta api. Tapi kan kebetulan ini gratis, jadi tidak ada kompensasi," katanya. Menurutnya, gangguan genset ini baru pertama terjadi untuk kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya.(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.