KELANA KOTA

Jual Mie Kedaluwarsa, Tiap Bulan Pelaku Dapatkan Rp30 Juta

Laporan Agustina Suminar | Jumat, 22 Juni 2018 | 17:57 WIB
AKBP Leonardus Simarmata Kapolres Mojokerto, Jumat (22/6/2018) melakukan penggerebekan mie kedaluwarsa di Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Foto: Fuad Radio Maja FM Mojokerto
suarasurabaya.net - Berdasarkan hasil penyelidikan dari Satgas Pangan Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto dalam penggerebekan mie kedaluwarsa di Kembangsari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dalam satu bulan pelaku bersama empat karyawannya mendapatkan keuntungan Rp30 juta.

Fuad, reporter Radio Maja FM Mojokerto kepada suarasurabaya.net melaporkan, selama ini, pelaku sudah menjalankan bisnis itu selama satu tahun.

AKBP Leonardus Simarmata Kapolres Mojokerto, Jumat (22/6/2018) mengatakan, modus operasi tersangka yakni memproduksi ulang mie yang telah kedaluwarsa dari berbagai merek, menjadi produk kemasan baru yang di dapat dari wilayah Tangerang dan Pasuruan.

Tersangka bersama empat pekerjanya kemudian mencampurkan bahan baku mie instan ke dalam mesin manual. Hal ini dilakukan agar memperoleh mie dalam bentuk yang utuh. Setelah itu, mie instan tersebut dipilah sesuai bentuk untuk dikemas kembali menjadi produk baru merek bunga terompet lengkap dengan tanggal kedaluwarsa.

Dari hasil penyelidikan, pelaku mengaku telah memperoduksi mie kedaluwarsa ini sudah satu tahun lebih. Ia juga menjual mie instan tidak layak konsumsi ini ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Mojokerto.

Mie kedaluwarsa tersebut dijual dengan harga Rp5.000 per 10 kilogram. Sedangkan dalam satu bulan dari penjualan, mie kedaluwarsa pelaku mendapatkan keuntungan mencapai Rp30 juta lebih.(tna/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.