KELANA KOTA

Balai Karantina Ikan Akan Adukan Pemilik Arapaima ke Polda Jatim

Laporan Denza Perdana | Senin, 09 Juli 2018 | 12:30 WIB
Salah satu ikan Arapaima yang ditangkap di Sidoarjo. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Muhlin Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Surabaya I menyesalkan pengakuan pemilik ikan Arapaima Gigas yang tidak benar.

Sebelumnya pemilik mengaku hanya melepaskan 18 ekor ikan Arapaima ke sungai. Tapi kenyataannya, warga masih menemukan ikan ini di sungai Wilayut, Sukodono, Sidoarjo.

Warga Desa Bangsri, Sukodono menangkap dua ikan sejenis di sungai Wilayut di Desa Bangsri, Sukodono, Sidoarjo, Minggu (8/7/2018).

Tertangkapnya dua ekor ikan Arapaima pada Minggu itu menambah jumlah ikan Arapaima yang ditemukan warga menjadi 20 ekor.

"Memang dari awal pemilik sudah memberikan keterangan yang tidak benar, alias palsu," kata Muhlin ketika dihubungi suarasurabaya.net, Senin (9/7/2018).

Tidak hanya pemilik, beberapa orang saksi yang terlibat dalam pembuangan ikan Arapaima yang telah dimintai keterangan oleh petugas Balai Karantina Ikan juga tidak benar.

"Kami sudah memeriksa setidaknya delapan orang saksi yang terlibat dalam pembuangan ikan itu, juga pemiliknya. Mereka bilang 18, tapi ini kan sudah puluhan," katanya.

Tindakan pemilik membuang ikan Arapaima di sungai ini sudah melanggar Undang-Undang 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Belum lagi keterangan palsu dari pemilik yang juga berpotensi pidana.

Karena sudah masuk ke ranah pidana, Muhlin mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak lain yang lebih berwajib.

"Karena ini sudah masuk ranah hukum, ini sudah bukan wewenang kami. Karena itu kami akan melakukan pengaduan ke Polda Jatim," ujarnya.

Muhlin mengatakan, langkah ini sebenarnya sudah diambil jajarannya sejak Jumat (6/7/2018) kemarin. Namun karena masih adanya kekurangan berkas, pelaporan ditunda hari ini.

"Hari ini rencananya kami akan melengkapi dan berkoordinasi dengan Polda untuk menangani ini. Karena ini sudah bukan ranah kami. Kami sarankan dibentuk Satgas Khusus untuk ini," katanya.(den/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA