KELANA KOTA

Tiga Penghargaan untuk Surabaya akan Diarak Keliling Kota

Laporan Denza Perdana | Senin, 09 Juli 2018 | 15:48 WIB
Risma berfoto bersama 4 Wali Kota peraih special mention di Expo and Convention Center Marina Bay Sands Singapura, Minggu (8/7/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya akan mengarak tiga penghargaan internasional yang didapatkan Kota Surabaya bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya besok, Selasa (10/7/2018).

Tiga penghargaan yang akan dibawa Risma dalam arak-arakan keliling Kota Surabaya itu salah satunya adalah penghargaan Lee Kwan Yew World City Prize kategori Special Mention.

Penghargaan ini diserahkan kepada Risma, hari ini, Senin, (9/7/2018) di Singapura.

Selain penghargaan Lee Kwan Yew, Risma juga akan memamerkan dua penghargaan internasional lainnya untuk Surabaya dalam arak-arakan besok.

Penghargaan itu antara lain ASEAN Tourism Forum (ATF) yang diterima di Thailand beberapa waktu lalu, dan OpenGov Asia Recognition of Excellence yang diterima di Jakarta.

M.Fikser Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya mengatakan, arak-arakan ini akan dilaksanakan besok pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Risma akan didampingi Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kolonel (inf) Kav M Zulkifli Danrem Bhaskara Jaya/084, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri Sukomanunggal dan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

"Nanti Wali Kota Risma akan naik mobil jeep tahun 60/70-an dan selama perjalanan wali kota akan menyapa warga sekaligus berinteraksi untuk berterima kasih kepada warga agar menjaga sekaligus menambah rasa cintanya terhadap kota ini," kata Fikser Senin, (9/7/2018).

Adapun rute arak-arakan itu akan dimulai dari Korem 084/Bhaskara Jaya berkeliling melalui Jalan A. Yani (frontage Barat)-Jalan Wonokromo-Jalan Raya Darmo-Urip Sumoharjo-Jalan Basuki Rahmat-Jalan Gubernur Suryo-Jalan Yos Sudarso-Jalan Walikota Mustajab, hingga finis di Balai Kota Surabaya (sisi pintu selatan).

"Saat finis di Balai Kota akan ada semacam hiburan dan doa syukuran sekaligus ucapan terima kasih dari wali Kota Risma kepada warga kota atas keberhasilan mendapat penghargaan ini," ujarnya.

Menurut Fikser, arak-arakan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi yang diberikan Pemkot kepada warga Kota Surabaya.

Keberhasilan Surabaya meraih penghargaan ini, menurut dia, hasil dukungan peran serta warga dalam pembangunan kota, terutama di perkampungan.

Pemkot Surabaya dinilai layak menerima penghargaan ini karena mampu menciptakan masyarakat perkotaan yang layak ditinggali, menjaga kampung, serta meningkatkan perekonomian UMKM melalui program Kampung Unggulan dan Pahlawan Ekonomi.

"Perkampungan yang ada di Surabaya dinilai unik dan memiliki struktur tematik yang beragam. Ditambah adanya pembenahan seperti saluran, paving, akses pelayananan Taman baca, lapangan olahraga, boarding learning center dan pelayanan kesehatan puskesmas yang tersedia di dalam kampung," katanya.

Penghargaan dua tahun sekali ini, kata Fikser, adalah sesuatu yang membanggakan bagi Surabaya. Pada 2014 silam, Surabaya sempat mengikuti penjurian Lee Kwan Yew namun kalah.

"Tahun ini, Kota Pahlawan akhirnya mampu memperoleh penghargaan ini berkat sinergitas seluruh stakeholder baik di lingkungan Pemkot maupun warga Surabaya," ujarnya.

Dengan adanya penghargaan ini, Surabaya dapat disejajarkan dengan negara-negara internasional lainnya seperti Kazan (Rusia), Hamburg (Jerman) dan Tokyo (Jepang) yang sama-sama menerima penghargaan serupa di Singapura.

Karena arak-arakan penghargaan Lee Kwan Yew dilakukan pagi hari, yang mana masyarakat mulai aktif bekerja, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Irvan Wahyu Drajad menjelaskan, sudah ada koordinasi dengan Satlantas Polrestabes untuk bantuan patwal sekaligus pengaturan arus lalu lintas.

"Kami akan berlakukan sistem buka tutup jalan, dan apabila pengendara tidak ingin terjebak kemacetan bisa mencari alternatif jalan lainnya," kata Irvan.

Arak-arakan penghargaan Lee Kwan Yew ini akan disosialisaikan melalui akun sosial media milik Pemkot Surabaya maupun beberapa radio di Surabaya.

"Pengendara diminta mengikuti pergerakan arak-arakan agar mengetahui posisi dan kondisi lalin melalui medsos," imbuhnya.

Selain itu, Dishub dan kepolisian akan melakukan penjagaan di titik persimpangan yang dilalui sepanjang rute.

"Setiap trafic light akan diatur. Artinya, jika arak-arak sudah lewat secepatnya akan langsung kami hijaukan lampu lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan," kata Irvan.

Irvan berharap, pengendara R2/R4 tidak terlalu memikirkan kemacetan yang bakal panjang. Pasalnya, pawai ini tidak terlalu lama karena menggunakan mobil. "Memang sedikit mengganggu, tapi saya pikir tidak terlalu lama," katanya.(den/tna/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.