KELANA KOTA

Presiden: Masyarakat Harus Cerdas Gunakan Hak Pilih

Laporan Jose Asmanu | Rabu, 11 Juli 2018 | 07:36 WIB
Joko Widodo Presiden pada acara Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), di Sentul International Convention Center (SICC), Selasa (10/7/2018) malam. Foto: Biro Pers Setpres
suarasurabaya.net - Tahun ini adalah gerbang menuju tahun politik 2019, di mana pemilihan umum akan digelar di Tanah Air. Untuk itu masyarakat harus cerdas menggunakan hak pilihnya.

Pesan Joko Widodo Presiden tersebut disampaikan dalam halalbihalal dan silaturahim dengan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), di Sentul International Convention Center (SICC), Selasa (10/7/2018) malam.

"Tahun depan adalah tahun politik kita harus mengajak masyarakat masuk tahun politik untuk pandai memilih pemimpin," kata Presiden.

Dalam acara yang dihadiri ribuan ulama muda dan santri dari berbagai daerah tersebut, Presiden juga berpesan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoaks.

"Berikan info yang benar kepada masyarakat, tetangga, saudara, teman, tetangga kampung, teman sedaerah. Beri info yang benar sampaikan fakta, bukti yang ada, jangan sampai mengabarkan berita bohong, hoaks terutama di media sosial. Ini harus kita jaga," pesan Presiden.

Meskipun saat ini masyarakat memiliki kebebasan berekspresi dan berpendapat, Presiden mengingatkan, bahwa kebebasan tersebut ada batasnya, tata krama, sopan santun, dan etikanya.

"Jangan sampai diberi kebebasan mudah mencela, gampang mencemooh orang lain, itu bukan nilai Islami yang diajarkan Rasulullah," kata Jokowi.

Presiden mengajak masyarakat semuanya untuk berpikir positif dan dengan prasangka baik. Inilah yang akan menjadikan bangsa ini besar dan kuat.

Presiden hadir bersama Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan disambut langsung Samawi K. H. Abdul Hadi Noer Koordinator Nasional dan Samawi Aminuddin Ma'ruf Sekretaris Jenderal.(jos/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.