KELANA KOTA

Presiden: Indonesia Masuk 10 Negara Teraman di Dunia

Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 11 Juli 2018 | 17:28 WIB
Joko Widodo Presiden. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo (Jokowi) Presiden menghadiri acara syukuran Hari Bhayangkara ke 72 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018). Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan kalau Indonesia masuk dalam 10 negara teraman di dunia. Ini berdasarkan penelitian dari Gallup Law and Order.

"Pada peringatan hari Bhayangkara ke-72, kita dapat kabar baik. Gallup Law and Order menempatkan Indonesia ke dalam 10 negara teraman di dunia. Sebuah capaian yang membanggakan kita semua yang harus dijaga dan dipertahankan, hasil kerja elemen bangsa tentu ada kerja keras pengabdian dan dedikasi Polri," ujar Jokowi.

Tetapi, Presiden tetap mengingatkan kepada Polri untuk tidak cepat puas karena tantangan ke depan akan semakin kompleks.

"Saya ingatkan agar tidak cepat puas diri. Ke depan akan semakin kompleks, tuntutan rakyat semakin meningkat, dunia terus berubah bergerak membawa ancaman baru situasi keamanan. Era digital, Polri harus mampu antisipasi tindak kejahatan yang makin beragam," jelasnya.

Jokowi mengatakan, memanfaatkan kemajuan IT, Polri harus semakin siap menghadapi kejahatan transnasional seperti kejahatan siber, human trafficking, drug trafficking sampai smuggling.

Kata Presiden, Polri harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme.

"Negara maju pun mengalami ancaman yang sama, di dalam negeri kita tidak akan lupakan para pelaku bom bunuh diri bukan hanya korban masyarakat tapi juga jadikan aparat polisi jadi target," tegasnya.

Untuk itu, Jokowi mengingatkan agar Polri tidak pernah lengah, tetapi tetap sigap dan waspada mengerjakan tugas, mengembangkan diri dan membuat terobosan terhadap ancaman yang ada, pemetaan dini potensi ancaman dan ketertiban di masyarakat. Selanjutnya, Polri juga melakukan pencegahan dan harus senantiasa menjaga kerukunan serta menjaga nilai-nilai kebhinekaan.

Jokowi menginstruksikan kepda seluruh jajaran Kepolisan RI untuk terus meningkatkan kinerjanya, seperti memantabkan soliditas internal dan profesional polri untuk menumbuhkan dan memperkokoh semangat kebersamaan menghadapi tantangan kompleks.

Polri harus melakukan perbaikan kelemahan yang ada, terutama penegakan hukum yang harus transparan dan membuang budaya koruptif, menghindari tindakan yang berlebihan dan meningkatkan kepercayaan publik.

Presiden berharap agar Polri mengedepankan langkah pencegahan dan humannis dalam menangani persoalan sosial serta meningkatkan komunikasi, koordinasi TNI dan semua elemen bangsa dan masyarakat dalam menjalankan tugas.(faz/bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA