KELANA KOTA

Kecelakaan dengan Mobil Dinas Kemenkes, Driver Ojek Online Meninggal

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 12 Juli 2018 | 16:15 WIB
Jenazah pengemudi ojek online yang meninggal karena terlindas dan terseret mobil dinas di Jalan Raya By pas Gunung Gedangan Kota Mojokerto, Kamis (12/7/2018). Foto: Fuad Radio Maja FM
suarasurabaya.net - Driver ojek online terlindas dan terseret mobil dinas Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Kemenkes RI Surabaya di Jalan Raya Bypass Gunung Gedangan Kota Mojokerto, Kamis (12/7/2018).

Akibat kejadian ini, driver Go-jek bernama Fuaddunin (41) warga desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto itu seketika meninggal akibat luka parah di kepalanya setelah terlindas dan terseret mobil hingga sejauh 42 meter.


Jaket, plat nomor dan helm yang sudah dalam keadaan pecah milik korban pengemudi ojek online. Foto: Fuad Radio Maja FM.

Ipda Karen Kanit Lantas Polres Mojokerto mengatakan, kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Driver Go-jek yang mengendarai honda Vario bernopol S 5040 NK itu sedang perjalanan mengantar makanan untuk pelanggan Rumah Makan Padang Empunala yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Di tengah jalan korban tiba-tiba berbelok arah. Sedangkan dari arah berlawanan datang mobil dinas yang langsung menabrak korban hingga terlindas dan terseret," ujar Ipda Karen kepada Fuad reporter Radio Maja FM, Kamis (12/7/2018).

Mobil dinas BBTKLPP Kemenkes RI Surabaya bernopol L 8021 WP ini dikemudikan Selamet Mulyadi (41), seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang berasal dari Tambak Asri, Kelurahan Morokembangan, Kota Surabaya.

Korban yang saat itu sudah ditemukan tidak bernyawa dengan mengalami luka parah di bagian kepala langsung di evakuasi oleh polisi dan para sukarelawan ke RSUD Kota Mojokerto.(tna/den/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.