KELANA KOTA

Manfaatkan Radiasi Matahari, Mahasiswa Unair Temukan Alat Memaksimalkan Listrik

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 12 Juli 2018 | 21:43 WIB
Mikrocontroller arduino sebagai 'otak penggerak' dari MATRICS. Mikrocontroller ini akan diprogram oleh komputer sehingga bisa bergerak. Foto: Dok PKM-KC
suarasurabaya.net - Tiga mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga menemukan alat untuk memaksimalkan energi listrik, mengkombinasikan sel surya dengan Thermoelectric Generator memanfaatkan energi radiasi matahari.

Mereka adalah Mutia R.A Hoesain, Ilham Maulana Putra, dan Ananto Ari P. Ketiga mahasiswa itu meneliti Matrics (Smart Solar Tracker Thermoelectric System) yang berfungsi memaksimalkan konversi energi radiasi matahari.

Mutia, Ketua tim PKM-KC FSt menjelaskan, kebutuhan listrik merupakan kebutuhan fundamental, baik untuk industri rumah tangga hingga industri nasional.

Menurutnya, perlu ada optimalisasi pertumbuhan generator di Indonesia supaya terjadi keseimbangan antara pasokan listrik dan jumlah kebutuhan yang diperlukan.

"Rasio elektrifikasi di Indonesia harus lebih ditingkatkan karena jumlah penduduk yang membutuhkan listrik semakin banyak," kata Mutia berdasarkan keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (12/7/2018).

Alat yang mereka gagas itu memanfaatkan panas yang teresidu panel surya supaya dapat sepenuhnya menggunakan peltier dengan metode thermal heat energy capturer.

Metode ini memanfaatkan susunan panel surya yang diletakkan di plat tembaga dan module thermoelektrik generator di bawahnya. Dengan demikian panas matahari yang terserap di panel tidak akan dilepaskan ke udara melainkan diubah menjadi listrik.

Keunggulan matrics ini, kata Mutia, karena memiliki sisi fleksibilitas yang lebih baik daripada panel konvensional. Panel konvensional itu bersifat diam (statis) sehingga menangkap cahaya hanya dari satu arah.

Sedangkan Matrics hasil kreasi mereka bersifat fleksibel karena dikontrol microcontroller dengan sensor cahaya pada keempat arah mata angin. Hasilnya, sensor akan mencari arah di mana intensitas cahaya terbesar (maksimum) dan panel bergerak ke arah itu.

"Dengan adanya alat ini, kami berharap energi listrik dapat lebih efisien serta ramah lingkungan. Matrics ini supaya bisa menjadi solusi minimnya produksi listrik di daerah-daerah terpencil di Indonesia, serta mampu meningkatkan rasio elektrifikasi untuk masyarakat," kata Mutia. (tna/den)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.