KELANA KOTA

Foto Korban Bom Pasuruan Beredar di Sosmed, Polisi: Itu Melanggar UU!

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 13 Juli 2018 | 11:21 WIB
Korban ledakan di Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim mengatakan bahwa pihaknya akan melaporkan salah satu akun sosial media, yang telah menyebarkan foto kondisi anak pemilik bom Pasuruan yang sedang dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Dalam foto yang tersebar luas itu, lanjut dia, memperlihatkan korban yang belum genap berusia tiga tahun itu, berada dalam dekapan seorang suster. Foto juga memperlihatkan dengan detail wajah korban, yang menderita luka bakar.

Menurutnya, itu dinilai sebagai tindakan mengeksploitasi korban. Di mana, dalam hal ini korban dilindungi dengan aturan hukum yang berlaku, termasuk UU Perlindungan Anak yang juga menyangkut tentang privasi dan keselamatan anak tersebut.

"Anak ini dilindungi berbagai aturan hukum yang menyangkut tentang privasi anak-anak untuk dilakukan eksploitasi, baik di media sosial maupun media mainstream," kata Barung, Jumat (13/7/2018).

Selain dilindungi dengan UU Perlindungan Anak, kata dia, penyebaran foto korban juga diatur dalam UU ITE dan aturan dari lembaga Komisi Penyiaran Indonesia. Sesuai aturan, KPI dengan tegas melarang untuk mengekploitasi wajah anak-anak. Terlebih, korban merupakan anak dari pelaku kejahatan atau pelaku teror bom di Pasuruan.

Untuk itu, pihaknya melarang keras kepada semua pengguna media sosial yang mengeksploitask foto tersebut untuk kepentingan tertentu. Dia juga sangat menyayangkan apabila hal tersebut sudah terlanjur tersebar luas di media sosial.

"Yang kelihatan anak tersebut masih mengalami luka di wajahnya. Sudah jelas, UU Perlindungan Anak yang tidak boleh mengeksploitasi anak dengan menampilkan wajah yang demikian. KPI sudah melarang menunjukkan gambar anak, apalagi wajah korban yang demikian. Polda Jatim akan melaporkan hal ini ke Ditreskrimsus, kita melakukan pengusutan secara tuntas," pungkasnya. (ang/tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.