KELANA KOTA

Ratusan Driver Ojek Online Unjuk Rasa di Depan Grahadi

Laporan Denza Perdana | Jumat, 13 Juli 2018 | 11:10 WIB
Ratusan pengemudi atau biasa menyebut diri mereka driver ojek berbasis aplikasi online melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung negara Grahadi, Jumat (13/7/2018). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ratusan pengemudi atau biasa menyebut diri mereka driver ojek berbasis aplikasi online melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung negara Grahadi, Jumat (13/7/2018).

Mereka adalah driver dari beberapa aplikasi transportasi yang tergabung dalam Presidium Driver Online Putra Daerah Jawa Timur, Jatim Online Bersatu.

Menurut salah satu pengurus paguyuban driver ojek online, jumlah driver yang mengkonfirmasi untuk mengikuti aksi unjuk rasa ini mencapai tiga ribu orang.

Mereka sempat berkumpul di beberapa kantoe aplikasi transportasi online di Surabaya. Di Kantor Grab di Jalan Klampis, Kantor Go-Jek Jalan Monginsidi, juga di depan Kantor Dinas Perhubungan Jatim, Jalan Ahmad Yani.

Mereka kemudian berkumpul sekitar pukul 09.35 WIB untuk melakukan konvoi dari jalan Basuki Rahmat depan hotel Bumi menuju ke Gedung Negada Grahadi Jalan Gubernur Suryo.

Ratusan driver ojek online ini berorasi dalam satu komando dari koordinator aksi di atas mobil komando di depan Gedung Negara Grahadi. Mereka menyampaikan beberapa tuntutan.

Beberapa di antaranya mereka tujukan kepada para pimpinan perusahaan aplikasi transportasi. Beberapa lainnya mereka tujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Beberapa tuntutan itu antara lain perbaikan dan evaluasi sistem aplikasi online, pembukaan kembali akun driver yang disuspent dengan alasan tidak jelas, evaluasi tarif per kilometer dan batasan minimal pemesanan, sistem insentif untuk mitra driver, dan beberapa tuntutan lainnya.

Sedangkan untuk Pemprov Jatim, mereka menagih draft peraturan gubernur sebagai payung hukum angkutan roda dua, terutama ojek online.

Mereka mendesak gubernur dan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Jatim agar meningkatkan keamanan dan ketertiban di zona merah. Zona di mana masih ada larangan bagi mereka beroperasi.

Selain itu, mereka juga mengajak semua pihak terkait di Jawa Timur agar menjalin hubungan baik sehingga tercipta keamanan dan kenyamanan.(den/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.