KELANA KOTA

Surabaya Cross Culture 2018 Akan Pamerkan Lintas Budaya dari 10 Negara

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 14 Juli 2018 | 07:45 WIB
Salah satu gelaran tarian dalam Cross Culture International Pemkot Surabaya. Foto: Denza/Dok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ratusan peserta dari mancanegara ikut meramaikan Surabaya Cross Culture Internasional ke-14 dengan tema 'Folk Art Festival'. SCCI ini rencananya akan digelar di Kota Surabaya pada 15-19 Juli 2018.

Antiek Sugiharti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya di Surabaya, Sabtu (14/7/2018), mengatakan acara cross culture atau lintas seni budaya yang digelar di Surabaya tersebut dihadiri 10 negara dan tiga kota dari Indonesia.

"Mereka akan menampilkan berbagai macam tarian dan musik lokal maupun internasional," kata Antiek dilansir Antara.

Menurut dia, ada sekitar 10 negara yang mengikuti acara tahunan ini, diantaranya, Cina, Korea Selatan, Polandia, Mexico, Rumania, Russia, Bulagaria, Jerman, New Zealand dan Uzbekistan. Sedangkan tamu dalam negeri berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kota Singkawang dan Kota Banjarmasin.

"Tamu spesial berasal dari Uzbekistan, karena pesertanya anak-anak yang berhasil menjuarai seni budaya tingkat dunia," katanya.

Antiek mengatakan, acara pembukaan yang dilakukan pada Minggu (15/7/2018) di Jalan Tunjungan Surabaya akan dihadiri 300 peserta. Para peserta masing-masing terdiri dari 210 peserta berasal dari luar negeri dan 90 peserta dari dalam negeri.

Saat pembukaan, lanjut dia, seluruh peserta lintas budaya yang berasal dari dalam dan luar negeri akan memparadekan sekaligus mempromosikan budaya mereka yang disaksikan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya di Jalan Tunjungan.

"Pembukaan dan parade dilakukan di Jalan Tunjungan kemudian seluruh peserta melanjutkan parade mengendarai becak hias dari pertigaan Jalan Genteng menuju Taman Surya," kata Antiek.

Selain tarian, kata Antiek, acara lain yang disuguhkan antara lain visit culture ke tempat sejarah, workshop untuk memperkenalkan seni dan budaya kepada masyarakat Surabaya dan melakukan city tour dengan menanam pohon serta bakar ikan di THP Kenjeran.

"Peserta mengunjungi THP Kenjeran, Jembatan Surabaya dan Taman Harmoni pada Rabu pukul 08.00," katanya.

Menurut Antiek, melalui acara ini Surabaya ingin menunjukkan kepada kota maupun negara lain bahwa Kota Pahlawan dapat dijadikan sebagai daya tarik pariwisata melalui pertunjukan seni.

"Tidak hanya itu, melalui acara ini, pertumbuhan ekonomi juga meningkat," ujarnya.

Nantinya, festival seni dan budaya ini juga digelar di beberapa lokasi di antaranya, Jalan Tunjungan, Balai Kota, Gedung Siola, G-Walk Citraraya Surabaya, Ciputra World dan Royal Plaza. (ant/tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.