KELANA KOTA

10 Kabupaten Prioritas Program Pengentasan Kemiskinan oleh Khofifah

Laporan Agustina Suminar | Senin, 16 Juli 2018 | 07:30 WIB
Khofifah Indar Parawansa. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Khofifah Indar Parawansa calon gubernur terpilih di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) telah menyiapkan program untuk mengentas kemiskinan.

"Waktu mendatangi Wakil Presiden Jusuf Kalla kemarin juga sempat membahas tentang penanganan kemiskinan," katanya kepada wartawan di sela tasyakuran pemenangannya di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (15/7/2018).

Pasangan Emil Elestianto Dardak di Pilkada Jatim 2018 itu mengaku telah mengantongi data kemiskinan di wilayah Provinsi Jawa Timur.

"Ada 10 kabupaten dengan tingkat kemiskinan cukup signifikan di Jawa Timur. Terbanyak di Pulau Madura, lalu Situbondo, Bondowoso, Jember, Probolinggo dan Lamongan," ujarnya dilansir Antara.

Dalam kesempatan bertemu Jusuf Kalla Wakil Presiden, Khofifah menyampaikan agar pemerintah pusat agar memfokuskan pemberantasan kemiskinan di wilayah tersebut.

"Kami mohon dibantu zooming per tingkat Rukun Tetangga atau RT dan Rukun Wilayah/ RW untuk mengetahui apa yang menjadikan kemiskinan di daerah-daerah ini," ucapnya.

Khofifah juga meminta Bambang Widianto Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk melakukan fokus pemberantasan kemiskinan di 10 kabupaten tersebut.

"Supaya diizinkan untuk dilakukan zooming, saya bilang ini bukan survei. Kalau dilakukan zooming potretnya nanti terlihat lebih besar bahkan di basis RT/ RW," katanya.

Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur telah menyatakan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai pemenang Pilkada di provinsi setempat setelah merampungkan rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi pada 7 Juli lalu.(ant/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.