KELANA KOTA

Wiranto: Era Disrupsi Kualitas SDM Wajib Ditingkatkan

Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 17 Juli 2018 | 15:50 WIB
Wiranto jadi keynote speaker hari kedua Rakernas I ABPPTSI di Surabaya. Foto: Humas Universitas Narotama Surabaya
suarasurabaya.net - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI), Selasa (17/7/2018) hari kedua hadirkan Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H., Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) RI.

Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H., Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) RI, sebagai keynote speaker yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan ABPPTSI, mengingatkan pentingnya meningkatkan kualitas SDM di era disrupsi.

Pesan-pesan operatif yang disampaikan oleh Wiranto difokuskan berkenaan dengan situasi dan stabilitas politik yang terjadi di Indonesia.

Serta dikaitkan dengan tema besar Rakernas, yaitu meningkatkan relevansi dan kualitas SDM di era teknologi dan inovasi disrupsi.

"Yang lebih penting bagi elemen pendidikan tinggi adalah menjaga mahasiswa yang merupakan pemuda generasi masa depan dari pengaruh jahat. Pengaruh jahat itu bisa mencederai calon pemimpin masa depan," terang Wiranto.

Wiranto menjelaskan bahwa kesadaran berbangsa dan bernegara secara mandiri sudah dibangun sejak 1908.

Semangat bersatu oleh para pemuda untuk menyiapkan suatu negara kemudian semakin matang pada 1928. Kemudian puncaknya pada 1945 dengan tekad kuat untuk membentuk NKRI.

"Semangat tersebut yang harus terus ditanamkan pada mahasiswa oleh para pendidik. Butuh cita-cita, mimpi, dan harapan untuk menguatkan kesadaran berbangsa dan bernegara," lanjut Wiranto.

Wiranto meyakini bahwa pemerintahan di bawah kekuasaan siapapun sudah semestinya melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.

"Tidak hanya itu tapi pemerintah juga harus mensejahterakan rakyat. Merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," ujar Wiranto.

Sama seperti dalam pemerintahan, pendidikan tinggi juga harus terus bergerak dan berubah namun tetap memiliki road map tujuan dengan prinsip-prinsip dasar yang tidak berubah.

"Meskipun metode-metode untuk mencapai tujuan itu berubah, namun prinsip dasar jangan sampai berubah agar tetap memiliki identitas. Itu yang terpenting," pungkas Wiranto.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA