KELANA KOTA

Surabaya Jadi Kota Prioritas Penggunaan LRT di Indonesia

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 19 Juli 2018 | 18:38 WIB
Sejumlah pekerja mengerjakan kereta Light Rail Transit (LRT) di pabrik kereta PT Inka Madiun, Jawa Timur, Senin (7/5/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - PT Inka siap menggenjot produksi sarana kereta rel ringan (LRT) seiring dengan rencana pembangunan LRT di Surabaya, selain Medan dan Bandung.

"Di sini peluang Inka untuk meningkatkan kualitas dari produk pertama LRT Sumatera Selatan yang sudah dicoba oleh Presiden," kata I Ketut Astika General Manajer Sekretaris Perusahaan Inka kepada Antara di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Ketut mengatakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, maka pihaknya tengah melakukan ekspansi dengan membangun pabrik Inka yang kedua di Banyuwangi.

Pabrik tersebut, lanjut dia, memiliki luas empat kali dari pabrik yang berada di Madiun sekarang ini.

Ketut menyebutkan Inka merupakan perusahaan manufaktur sarana kereta api satu-satunya di Indonesia, bahkan di ASEAN untuk tingkat integrator.

"Tentunya dengan kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada kami, semakin memacu kami untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas kami sebagai industri," katanya.

Inka Hartono Senior Manajer Sekretaris Perusahaan menyebutkan dengan adanya ekspansi pabrik kedua di Banyuwangi, maka dalam sehari bisa menghasilkan empat kereta/gerbong (car).

"Dari sisi fasilitas produksi, saat ini PT Inka telah melakukan peningkatan kapasitas melalui revitalisasi fasilitas produksi di workshop yang ada di Madiun dan juga pabrik baru di Banyuwangi," katanya.

Hartono menyebutkan kecepatan produksi pada 2017, yaitu satu hari satu kereta/gerbong dan diharapkan hingga akhir 2018 bisa menjadi 1,5 kereta/gerbon sehari.

"Setelah pabrik di Banyuwangi Tahap 1 jadi tambah satu gerbong/kereta per hari pada akhir 2019. Setelah pabrik Banyuwangi selesai, total nanti akan dapat menghasilkan empat kereta per hari," katanya.(ant/tin)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.