KELANA KOTA

Pemkot dan PT KAI Sepakati Solusi untuk Perlintasan KA Seberang RSI Wonokromo

Laporan Denza Perdana | Kamis, 19 Juli 2018 | 17:38 WIB
Perlintasan kereta api di seberang RSI Wonokromo yang selalu menyebabkan kemacetan di utara Royal Plaza. Foto: Dok./Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Setelah sekian lama penyempitan jalan di utara Royal Plaza akibat perlintasan kereta api di seberang RSI Wonokromo tak segera ada solusi, baru-baru ini ada kesepakatan antarpihak terkait untuk menyelesaikan masalah itu.

Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya sudah bersepakat dengan PT KAI Daerah Operasi (DAOP) 8 Surabaya tentang pemasangan block rel di perlintasan kereta api itu.

Kesepakatan ini terjadi setelah tiga kali lelang pengerjaan yang digelar oleh DPUBMP Surabaya tidak menarik minat kontraktor. Tidak ada satu pun kontraktor yang menawarkan pengerjaan pemasangan block rel ini.

"Memang sudah tiga kali putaran lelang belum ada peminatnya. Ternyata, ada beberapa bahan baku yang tidak dijual bebas dan hanya dimiliki PT KAI," kata Erna Purnawati Kepala DPUBMP Kota Surabaya, Kamis (19/7/2018).

Erna mengatakan, DPUBMP sudah merapatkan hal ini dengan PT KAI Daop 8 Surabaya beberapa waktu lalu. Bahan baku yang dia maksud akhirnya akan disediakan oleh Daop 8 Surabaya secara gratis.

Adapun beberapa bahan baku yang tidak dijual bebas itu adalah baseplate, paku tirepon, dan penambat rel (pandrol clip). Untuk pemasangan block rel di perlintasan depan RSI dibutuhkan 80 unit baseplate, 320 paku tirepon, dan 160 pandrol clip.

"Semua bahan-bahan itu nanti disediakan gratis dan bisa diambil di Depo Sidotopo," ujar Erna dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net.

Pemkot Surabaya pun kembali membuka lelang pemasangan block rel perlintasan kereta api itu serta meningkatkan nilai proyek dari Rp430 juta menjadi Rp500 juta.

Dia berharap, dengan adanya peningkatan nilai proyek itu akan ada banyak kontraktor yang berminat mengikuti lelang sehingga Pemkot Surabaya memiliki lebih banyak opsi.

"Kami berharap dalam lelang yang sudah kita buka segera ada pemenangnya, sehingga bisa langsung segera digarap," katanya.

Erna mengatakan, sebenarnya DPUBMP hendak melakukan penunjukan langsung pengerjaan proyek pemasangan block rel di perlintasan seberang RSI yang menjadi penyebab kemacetan itu.

"Sekarang proses lelang ulang, meski sebelumnya sempat ada wacana penunjukan langsung, tapi dari hasil konsultasi ke pakar hukum, ternyata tidak boleh atau dilarang," ujarnya.(den/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.