KELANA KOTA

Waspada Copet dengan Modus Pura-Pura Muntah

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 09 Agustus 2018 | 20:57 WIB
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil menangkap seorang copet, yang sering beraksi di dalam angkutan kota (angkot) di Surabaya. Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil menangkap seorang copet, yang sering beraksi di dalam angkutan kota (angkot) di Surabaya. Pelaku berinisial M (38), yang tertangkap basah setelah melakukan aksinya di kawasan Kalianak. Pelaku tidak beraksi sendirian, melainkan bersama satu rekannya yang saat ini masih DPO.

AKBP Antonius Agus Rahmanto Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak mengatakan saat beraksi, pelaku memanfaatkan kelengahan para korbannya di angkot. Pelaku sengaja mengalihkan perhatian korbannya, dengan cara yaitu satu pelaku berusia paruh baya berpura-pura mual saat berada di dalam angkot.

Pelaku tersebut, kata dia, berpura-pura mual dan mendekati korbannya, sampai si korban merasa khawatir atau jijik, apabila pelaku muntah dan mengenainya. Dengan spontan, korban akan berusaha menghindar dan merasa kebingungan dengan keadaan itu.

Saat itulah, satu pelaku lainnya yang berpura-pura menjadi penumpang mulai beraksi, dengan memepet korban seakan-akan juga berusaha menghindari pelaku yang mual. Setelah dekat dengan korban, pelaku langsung mengambil handphone di dalam tas korban dan menyembunyikannya di dekat tempat sopir angkot.

"Setelah diambil, dia sembunyikan di selipan tempat duduk sopir angkot. Kemudian, pelaku yang mual tadi turun dan satu pelaku lainnya tetap di angkot agar korban tidak curiga. Setelah turun, korban baru menyadari bahwa HPnya hilang. Seketika, dia meminta sopir menghentikan angkotnya. Dia periksa, lalu menemukan HPnya di dekat sopir. Sempat berprasangka buruk dan cekcok dengan sopir. Saat cekcok itulah, pelaku yang di dalam angkot langsung kabur," jelas Agus, Kamis (9/8/2018).

Melihat pelaku yang kabur, kata dia, korban langsung menaruh curiga dan berusaha mengejar pelaku. Beruntungnya, saat itu Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak sedang melakukan patroli dan melintas di sekitar TKP. Petugas langsung mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya.

"Saat dilakukan pengejaran, pelaku sempat berusaha kabur dengan menaiki kontainer, namun ditolak sama sopirnya. Kemudian, berusaha merampas motor warga sekitar. Tapi gagal, karena oleh petugas langsung dikejar dan ditabrak, terus berhasil ditangkap," jelasnya.

Dari pengakuannya, kata dia, copet spesialis angkot itu bisa beraksi di 4 TKP dalam sehari dan mendapatkan sekitar 4 buah handphone. Hasil curiannya itu, kemudian dijual di pasar maling, dengan harga yang bervariatif. Mulai dari harga Rp 700.000. Dalam sehari, pelaku mengaku bisa mendapatkan uang sekitar Rp 2.800.000.

Kapolres mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaannya saat berada di dalam angkot. Terutama dalam menjaga barang bawaannya, dan jangan sampai lengah dengan sekitarnya.

"Saat ini, tinggal satu yang masih DPO. Umurnya sudah tua. Kami usahakan segera menangkapnya. Kami imbau masyarakat tetap hati-hati, jangan sampai kepedulian, kebaikan kita untuk menolong dimanfaatkan oleh oknum. Tetap peka dengan sekitarnya," tuturnya. (ang/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.