KELANA KOTA

Konferensi 2.000 Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin se-Asean Berlangsung di Surabaya

Laporan Denza Perdana | Jumat, 10 Agustus 2018 | 16:18 WIB
Konferensi Dermatologi Regional (Regional Conference of Dermatology/RCD), Jumat (10/8/2018) di Grand City Convex, Surabaya. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sebanyak 2.000 Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari beberapa negara Asean menghadiri Konferensi Dermatologi Regional (Regional Conference of Dermatology/RCD), Jumat (10/8/2018) di Grand City Convex, Surabaya.

Mereka akan mengikuti konferensi dengan lebih dari 40 pembicara asing dan lebih dari 100 pembicara lokal. Mereka juga akan mengikuti kegiatan yang terdiri dari 80 persen kegiatan ilmiah serta 20 persen kegiatan sosial.

Dr M Yulianto Listiawan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) mengatakan, salah satu yang dibahas di konferensi ini adalah pembinaan etika dan patient safety.

"Materi itu dibahas untuk mengingatkan seluruh anggota agar senantiasa menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan tetap dalam ranah kompetensi dalam berpraktek sehari-hari," ujarnya.

Selain materi itu, ada beberapa kegiatan lokakarya (workshop) di bidang kesehatan kulit dan kelamin. Di antaranya lokakarya filler, botox, dan threadlift dengan menggunakan kadaver (jenazah yang diawetkan).

Selain lokakarya, peserta akan mengikuti bakti sosial di Kampung Nelayan, Kenjeran. Baik berupa penyuluhan kesehatan, lomba menggambar untuk anak SD, serta pengobatan gratis.

"Kami juga akan mengadakan rapat organisasi dan pertemuan kelompok studi," ujar Yulianto.

RCD adalah pertemuan dua tahunan yang diselenggarakan The League of ASEAN Dermatological Societies (LADS/Liga Masyarakat Dermatologi Asean) yang terbentuk sejak 1974.

Liga itu terdiri dari Asosiasi Dermatologi dari negara beberapa negara di Asean seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Kamboja.

Tema utama RCD 2018 kali ini adalah Enhancing Evidence Based Dermatology Practice in Globalization Era (Meningkatkan Praktek Dermatologi Berbasis Bukti di Era Globalisasi).

"Selain untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan berbasis bukti, acara ini juga untuk mengenalkan Surabaya sebagai salah satu pusat pendidikan Dermatologi dan Venereologi tertua di Indonesia," kata Yulianto.

Penyelenggaraan RCD di Surabaya kali ini digabungkan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perdoski XVI yang merupakan pertemuan ilmiah rutin setiap tahunnya.

Acara ini, kata Yulianto, juga untuk mengenalkan Surabaya sebagai ikon kebudayaan dan tempat wisata Indonesia kepada delegasi dari berbagai negara di Asean.(den/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.