KELANA KOTA

Tak Ada Cara Lain, 199 Desa Kekeringan di Jatim Harus Punya Penampungan Air

Laporan Denza Perdana | Jumat, 10 Agustus 2018 | 15:53 WIB
Ilustrasi. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Sebanyak 199 desa dari 442 desa di Jawa Timur yang mengalami kekeringan sama sekali tidak ditemukan sumber air. Desa-desa itu berada di jalur tengah Pulau Madura, serta kabupaten lain yang memiliki daerah kapur.

Soekarwo Gubernur Jawa Timur mengatakan, tidak ada jalan lain bagi 199 desa itu selain dibuatkan tempat penampungan air. Sebab, hujan buatan pun, kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo, tidak menjadi solusi.

"Di sana kalau ada hujan, airnya lari. Sudah tidak bisa. Harus dengan tempat penampungan air."

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan membuatkan tempat penampungan air dari beton, yang mana dari tempat penampungan ini akan dibuka saluran-saluran air untuk memenuhi kebutuhan warga.

Sementara, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, dari 442 daerah yang mengalami kekeringan, 223 di antaranya masih ditemukan sumber air.

Saat ini, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur sudah mengerjakan sumur air dalam untuk 126 desa di antaranya.

"Kami targetkan, yang 223 desa ini pengerjaannya (sumur air dalam) selesai tahun ini," kata Pakde Karwo di Gedung Negara Grahadi, Jumat (10/8/2018).

Sedangkan untuk sementara ini, demi mengatasi kekeringan di desa yang tidak ditemukan sumber air, BPBD Jatim mengirimkan sejumlah air untuk sebagian desa.

Dari 23 kabupaten yang mengajukan bantuan air, baru enam kabupaten yang sudah di drop air. Di antaranya Kabupaten Sumenep, Sampang, Probolingo, Pasuruan, Mojokerto, dan Tulungagung.

Setidaknya, saat ini, sudah ada 118 desa yang telah di drop air oleh BPBD Jatim. Setiap harinya, masing-masing desa mendapatkan satu truk tangki berisi 6 ribu liter air bersih. (den/bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA