KELANA KOTA

Kanwil Kemenkumham Jatim Gelar Sholat Gaib dan Penggalangan Dana untuk Korban Gempa NTB

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 10 Agustus 2018 | 21:01 WIB
Kanwil Kemenkumham Jatim beserta jajarannya menggelar sholat ghoib dan penggalangan dana untuk para korban gempa Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Kanwil Kemenkumham Jatim beserta jajarannya menggelar sholat ghoib dan penggalangan dana untuk para korban gempa Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah terkumpul, rencananya dana tersebut akan disalurkan langsung kepada korban melalui kerjasama dengan bank pemerintah.

Zakaria Kadiv Keimigrasian berharap, adanya bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban. Baginya, para korban bukan hanya harus mendapatkan bantuan logistik. Tetapi juga dibantu dalam hal penanganan traumanya, pasca peristiwa gempa.

Usai melaksanakan sholat ghoib, Zakaria Kadiv Keimigrasian menceritakan kisahnya, yang hampir serupa dengan peristiwa di Lombok. Dia mengaku, bahwa dirinya merupakan salah satu korban yang selamat, dari peristiwa tsunami di Aceh pada tahun 2004 lalu. Memori tersebut, diakuinya masih membekas diingatannya.

"Saat itu saya lari ke Gunung dan baru turun setelah 3 hari. Kejadian itu masih membekas. Saya butuh waktu hingga dua tahun untuk bisa benar-benar melupakan dan terlepas dari trauma bencana alam," kata Zakaria, melalui rilis yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (10/8/2018).

Pihaknya meyakini, apa yang dialaminya juga dirasakan oleh warga NTB. Menurutnya, para korban pasti mengalami trauma fisik dan psikis yang sangat berat. Apalagi, gempa tersebut terjadi tidak hanya sekali, maupun ratusan kali.

"Mari kita berdoa dan mengumpulkan donasi untuk meringankan beban para korban gempa NTB," tuturnya.

Tidak hanya dilaksanakan di Kanwil Kemenkumham Jatim, sholat ghoib dan penggalangan dana ini juga dilaksanakan di seluruh UPT jajaran. Dari pelaksanaan acara ini, total dana yang diperoleh sejumlah Rp. 10.735.000. (ang/bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.