KELANA KOTA

Polisi Masih Selidiki Dugaan Gerakan Makar oleh Mahasiswa Papua di Surabaya

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 16 Agustus 2018 | 09:35 WIB
Pada Rabu (15/8/2018) malam, Polrestabes Surabaya mengerahkan personelnya untuk menggeledah mess di Jalan Kalasan Surabaya. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Polrestabes Surabaya masih menyelidiki dugaan gerakan makar yang dilakukan oleh mahasiswa asal Papua di Surabaya, setelah terjadi insiden penolakan pengibaran bendera merah putih di mess tempat mereka tinggal, di Jalan Kalasan Surabaya.

Tidak hanya itu, polisi juga menyelidiki perkara penganiayaan menggunakan senjata tajam sejenis parang, yang diduga dilakukan oleh salah seorang penghuni mess terhadap seorang warga hingga terluka. Itu terjadi, saat insiden penolakan pengibaran bendera merah putih pada Rabu (15/8/2018) siang.

Pada Rabu (15/8/2018) malam, Polrestabes Surabaya mengerahkan personelnya untuk menggeledah mess tersebut. Puluhan penghuni mess diangkut menggunakan truk, dan dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.

"Ada beberapa perkara yang kami selidiki. Salah satunya dugaan aktivitas gerakan makar di dalam mess tersebut, yang terindikasi dari penolakan pengibaran bendera merah putih di depan mess mereka tadi siang. Lalu ada juga perkara dugaan penganiayaan. Kami selidiki semua perkara itu satu persatu," kata Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya, Kamis (16/8/2018).

Pengerahan personel ke mess mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan Surabaya tadi malam, kata dia, salah satunya untuk mencari barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk melukai seorang warga yang tadi siang turut menganjurkan pengibaran bendera merah putih di mess tersebut.

Dia menjelaskan anjuran pengibaran bendera merah putih terhadap penghuni mess mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan Surabaya itu dilakukan oleh sejumlah pemuda di Surabaya pada kemarin siang, menindaklanjuti imbauan pemerintah daerah dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, mulai tanggal 14-18 Agustus.

Barang bukti senjata tajam sejenis parang semalam sempat ditemukan oleh personel Polrestabes Surabaya saat penggeledahan di dalam mess. Polisi langsung memerintahkan seluruh penghuni mess naik ke atas truk polisi untuk dibawa ke Markas Polrestabes Surabaya.

Berdasarkan laporan masyarakat sekitar, mess mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan Surababya itu selama ini terkesan tertutup dan diinformasikan kerap menggelar pertemuan, yang dikhawatirkan terkait dengan dugaan makar yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saat dibawa menggunakan truk polisi ke Markas Polrestabes Surabaya, para mahasiswa Papua itu terdengar bersahutsahutan meneriakkan "Papua Merdeka".

"Satu persatu mereka akan kami mintai keterangan, baik terkait kasus penganiayaan akibat insiden penolakan pengibaran bendera, maupun dugaan gerakan makar," kata dia. (ang/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.