KELANA KOTA

Kemeriahan HUT ke-73 Republik Indonesia di Istana Merdeka

Laporan Jose Asmanu | Jumat, 17 Agustus 2018 | 19:38 WIB
Upacara penurunan sangsaka Merah Putih menjadi penutup rangkaian peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka, Jumat 17 Agustus 2018. Foto: Jose suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Upacara penurunan sangsaka Merah Putih menjadi penutup rangkaian peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di Istana Merdeka, Jumat, 17 Agustus 2018.

Jokowi mengenakan setelan jas hitam saat menjadi inspektur upacara penurunan bendera. Sebelumnya, dia memakai baju adat Aceh saat upacara pengibaran bendera.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas menurunkan bendera adalah Tim Bangsa. Posisi pembawa bendera Merah Putih yang telah diturunkan diamanahkan kepada Zanati Tahta Umahati, yang mewakili Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Dara kelahiran Tangerang, 15 September 2002 ini, merupakan putri pasangan Tjetjep Pachrudin dan Ruri Novalia.

Bertindak selaku Komandan Upacara ialah Kolonel Laut (P) Arya Delano, SE, MPd, yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1996. Pria kelahiran Surabaya, 20 Mei 1974, tersebut saat ini menjabat Komandan Lanal Yogyakarta.

Menjelang upacara penurunan bendera, undangan disuguhi berbagai kesenian daerah. Serta Marcing Band gabungan Akademi TNI AU, AL dan AD.

Disela-sela upacara kenegaraan ini, Joko Widodo menerima obor Asian Games 2018 yang dibawa berlari dari Silang Monas oleh Verawati Fajrin mantan pebulutangkis.

Dari presiden, obor Asian Games diserahkan kepada Eric Thohir Ketua Pelaksana Asian Games 2018.

Dengan didampingi pebulutangkis legendaris, obor dibawa keluar dari Istana Merdeka, untuk dipergunakan pada pembukaan Asian Games di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (18/8/2018).

Sementara, peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2018 pagi ini telah berlangsung dengan khidmat dan penuh keceriaan.

Prosesi Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pagi tadi diawali dengan kirab Bendera Negara Sang Merah Putih dan teks asli naskah proklamasi dari Monumen Nasional menuju Istana Merdeka.

Dalam prosesi tersebut, Fariza Putri Salsabila dari Provinsi Jawa Timur, yang pada peringatan tahun lalu bertugas sebagai pembawa baki pada upacara di Istana Merdeka, kali ini bertugas sebagai pembawa teks asli naskah proklamasi dari Monumen Nasional. Sementara Ruth Cheline Eglesya Purba asal Provinsi Sumatra Utara, yang tahun lalu bertugas sebagai pembawa baki pada upacara sore harinya, bertugas sebagai pembawa bendera dari Monumen Nasional menuju Istana Merdeka.


Jokowi menerima bendera merah putih dari salah satu petugas upacara, Jumat (17/8/2018) di Istana Merdeka. Foto: Jose suarasurabaya.net

Dalam peringatan kali ini, Kepala Negara mengundang sejumlah pihak untuk menghadiri upacara secara langsung di Istana Merdeka, Jakarta. Sebanyak 9.800 kursi undangan disediakan bagi para tamu undangan dengan 65 persen dari jumlah itu dialokasikan bagi masyarakat umum.

Di luar kompleks Istana Kepresidenan juga tampak masyarakat umum yang antusias menyaksikan jalannya upacara melalui layar lebar yang disediakan.

Peringatan kemerdekaan dengan tema "Kerja Kita Prestasi Bangsa" tampak semarak dengan hilir mudiknya tamu undangan yang mengenakan baju adat daerah masing-masing. Tak mau ketinggalan, Presiden Joko Widodo pagi ini turut mengenakan pakaian adat Aceh.

Sebelum upacara berlangsung, Presiden sempat turun dari mimbar kehormatan menuju tribun undangan yang dipenuhi oleh masyarakat umum. Ia tak sungkan berjabat tangan dengan sejumlah tamu undangan sebelum beranjak kembali menuju tempatnya di mimbar kehormatan.

Sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak anggun dengan mengenakan pakaian adat Minangkabau berwarna biru tua, lengkap dengan penutup kepalanya. (jos/bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.