KELANA KOTA

Hilangkan Trauma, PWI Kampanyekan Berlayar di Danau Toba

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 18 Agustus 2018 | 10:36 WIB
Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Papua Barat menikmati panorama Danau Toba di Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (14/8/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengampanyekan gerakan aman berlayar di perairan Danau Toba pada perayaan HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Jumat (17/8/2018).

Dilansir dari Antara, belasan anggota organisasi profesi kewartawanan tertua di Indonesia itu bersama sejumlah pelaku usaha bidang transportasi air dan wartawan lain, menumpang kapal kayu Ops Marihat Meriah mengelilingi Danau Toba di Parapat.

Efendi Damanik Ketua PWI Simalungun mengatakan, kegiatan dalam memeriahkan HUT RI itu untuk mengembalikan keberanian masyarakat, khususnya wisatawan untuk berkunjung dan berlayar ke Danau Toba.

Masyarakat diharapkan tidak mengalami trauma berkepanjangan atas musibah kapal muatan Sinar Bangun 4 yang tenggelam pada 18 Juni 2018 di perairan Danau Toba kawasan Tiga Ras Simalungun.

Dia menginformasikan, para pemilik kapal kayu telah melakukan perbaikan dan pembenahan pelayaran yang aman dan nyaman sesuai dengan ketentuan demi keselamatan penumpang.

Elemen masarakat dan Pemerintah daerah provinsi dan pusat serta departemen terkait diimbau untuk melakukan terobosan dan langkah solutif bagi pelaku wisata di kawasan Danau Toba.

Tragedi kapal tenggelam itu berdampak pada pelaku wisata sekitaran Danau Toba, bukan hanya kawasan lokasi kejadian di rute penyeberangan Tiga Ras Kabupaten Simalungun - Simanindo Kabupaten Samosir.

"Usaha kami turut terkena imbasnya, penumpang turun drastis," kata Ramsen Siallagan, pengelola kapal kayu rute Parapat-Tomok dan Tuktuk Siadong Kabupaten Samosir.

Dia berharap kampanye sekaligus publikasi dari PWI setempat menjadi langkah awal menuju peningkatan kunjungan wisatawan dan diikuti lembaga lainnya.

Para pemilik kapal juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan itu yang dinilai sebagai upaya nyata pelipur keprihatinan terhadap usaha mereka.(ant/tin)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.