KELANA KOTA

Soekarwo: Aset Jatim Bisa Capai Rp100 Triliun pada 2022

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:26 WIB
Soekarwo Gubernur Jawa Timur saat Jalan Sehat dalam rangka Dirgahayu Bank Jatim 57 Tahun di Lapangan Lenmarc, Surabaya, Sabtu (18/8). Foto: jatimprov.go.id
suarasurabaya.net - Soekarwo Gubernur Jawa Timur mengatakan, semakin bertambahnya usia Bank Jatim ke 57 tahun, Bank Jatim harus memiliki visi yang hebat, yaitu diharapkan pada tahun 2022 asetnya diatas Rp. 100 triliun.

"Dilihat dari kemajuan Bank Jatim sampai saat ini, bukan tidak mungkin aset diatas Rp. 100 triliun bisa dicapai lebih cepat yaitu pada tahun 2022. Salah satu upayanya adalah merangkul UMKM untuk menjadikan Bank Jatim sebagai salah satu sumber pembiayaan," ujarnya saat Jalan Sehat dalam rangka Dirgahayu Bank Jatim 57 Tahun di Lapangan Lenmarc, Surabaya, Sabtu (18/8/2018).

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menjelaskan alasan UMKM harus dirangkul oleh perbankan khususnya Bank Jatim yaitu jumlahnya tiap tahun meningkat.

Berdasarkan rilis yang diterima suarasurabaya.net, pada tahun 2006 dilakukan sensus, jumlah UMKM sebanyak 4,2 juta. Kemudian jumlah itu meningkat pada tahun 2012 ada sebanyak 6,8 juta. Selanjutnya, pada sensus tahun 2016 meningkat lagi yaitu menjadi 9,59 juta UMKM di Jatim.

Selain itu, keberadaan UMKM yang banyak juga berperan terhadap PDRB Jatim yang meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2012, UMKM menyumbang hanya 54,98 persen, dan saat ini naik menjadi 57,2 persen terhadap PDRB.

Oleh sebab itu, dengan melihat capaian pada tahun 2017, menjadi kesempatan untuk biayai UMKM yaitu melalui potensi kredit. Ada sekitar Rp. 1.161 triliun yang menunggu landing kredit dari perbankan. Dari angka tersebut, landing kredit yang diberikan bank sekitar Rp. 52 triliun.

"Masih ada ruang lebar sekali yang harus dilakukan, dan Bank Jatim harus menjadikan ini sebagai kesempatan emas," tegas Pakde Karwo.

Dengan peluang seperti itu, Pakde Karwo mengusulkan tiga hal yaitu Bank Jatim harus melakukan pembenahan sumber daya manusia (SDM), menggunakan informasi teknologi (IT) dan meningkatkan profesionalisme keuangan untuk meningkatkan kredit.

"Hal tersebut harus dilakukan karena kondisi pasar yang sangat bagus, dan Bank Jatim sangat cepat beradaptasi. hal tersebut menjadi penunjang agar pada tahun 2022 aset Bank Jatim lebih dari Rp. 100 triliun," ujarnya.

Gubernur Jatim menambahkan apabila tiga usulan tersebut bisa dilakukan, pertumbuhan Jatim bukan 5,5 persen tapi 6 persen. Selain itu, Jatim menjadi backbone perekonomian Indonesia karena 14,92 persen ekonomi nasional disumbang oleh Jatim.

"Saya juga mendukung adanya konsep one Dirut one innovation dengan tujuan agar ada banyak inovasi di bidang perbankan di dalam Bank Jatim," tambahnya.

Jalan Sehat dalam rangka Dirgahayu Bank Jatim 57 Tahun diikuti sekitar 1.000 karyawan Bank Jatim. Turut hadir, Dirut Bank Jatim , Soeroso, Ketua Dekranasda Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo dan Pj Sekdaprov Jatim, Jumadi. Gerak Jalan diawali dengan senam bersama.(tin)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.