KELANA KOTA

Jalur Pendakian Lawu Ditutup Lagi Akibat Kebakaran

Laporan Dwi Yuli Handayani | Selasa, 21 Agustus 2018 | 07:21 WIB
Ilustrasi. Hutan Gunung Lawu terbakar di Magetan, Jawa Timur, pada 26 Oktober 2015. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu ditutup lagi setelah sebelumnya sempat dibuka, akibat kebakaran di kawasan hutan yang diperkirakan terjadi di wilayah dua provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Senin.

Marwoto Asisten Perhutani (Asper) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Dan Sekitarnya membenarkan jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu ditutup.

"Semua jalur pendakian ditutup, karena terjadi kebakaran di sisi utara puncak Lawu. Ini sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Marwoto dihubungi, Senin (20/8/2018) malam seperti dilansir Antara.

Jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu berada di empat lokasi. Yaitu, jalur pendakian melalui Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur, jalur pendakian Cemoro Kandang dan Candi Cetho, Karanganyar, Jawa Tengah, serta jalur pendakian Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur.

Namun ia belum bisa menyebutkan berapa luas hutan yang terbakar dan berada petak berapa saja. Alasannya, petugas yang berada di sekitar lokasi kebakaran belum bisa dihubungi.

"Saya belum bisa memastikan kebakaran terjadi di petak berapa saja, karena petugas yang di atas belum bisa dihubungi," ucapnya.

Dia menyebutkan kebakaran terjadi di tiga wilayah kabupaten. Yaitu Magetan, Ngawi, Jawa Timur dan Karanganyar, Jawa Tengah.

Seperti diberitakan, pada Kamis-Jumat 16-17 Agustus lalu, kawasan sekitar puncak Gunung Lawu juga terbakar. Akibatnya, seluruh pendaki yang sudah berada di puncak untuk memperingati HUT ke-73 RI turun lagi.

Sedangkan para pendaki yang masih dalam perjalanan di jalur pendakian, batal melanjutkan pendakiannya.

Keesokan harinya, Jumat (17/8/2018) jalur pendakian sempat dibuka setelah api padam. Namun, Senin (20/8/2018) pagi kawasan puncak Gunung Lawu terbakar lagi. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.