KELANA KOTA

Polisi Telusuri Dugaan Tersangka Lain Kasus Pemerkosaan Berkedok Tawaran Jadi Model

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 11 September 2018 | 18:53 WIB
Ilustrasi. Foto: Grafis suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kasus pemerkosaan berkedok pencarian model berbakat di Surabaya, belum berakhir. Usai menangkap tersangka berinisial AFW (20) warga Surabaya, polisi terus melakukan pengembangan terkait dugaan adanya tersangka lain yang terlibat kasus tersebut.

AKP Dimas Ferry Anuraga Kanit Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengatakan, sampai saat ini polisi masih menyelidiki pemilik mobil, yang digunakan oleh tersangka saat mengeksekusi korbannya. Selama ini, tersangka menggunakan mobil rental untuk melancarkan aksinya.

"Sampai saat ini, kami masih melakukan penyelidikan kasus pemerkosaan ini. Sementara akun yang diakui tersangka hanya satu, tapi tetap kami cari. Lalu mobil yang digunakan oleh dia adalah mobil rental. Kami cari tahu siapa pemiliknya," kata Dimas, saat dihubungi suarasurabaya.net, Selasa (11/9/2018).

Selain transportasi yang digunakan tersangka, lanjut dia, polisi juga masih menyelidiki adanya dugaan tersangka lainnya, yang melibatkan dua orang berinisi A dan D. Dari pengakuan tersangka, dua orang yang tidak lain adalah temannya sendiri itu sempat membantunya, meski tidak ikut langsung mengeksekusi korban. Mereka sempat memberikan permen peningkat stamina kepada tersangka.

"Pada saat mengeksekusi korban yang kedua, diduga ada orang lain yang membantu korban. Hanya saja saat eksekusi mereka tidak ikut. Mereka sempat memberikan permen peningkat stamina kepada tersangka dan saat ini masih kami selidiki," jelasnya.

Hingga saat ini, ada dua perempuan asal Surabaya dan Gresik, yang mengaku telah menjadi korban. Mirisnya, kedua korban tersebut masih di bawah umur dan berstatus pelajar SMA. Dengan modus yang sama, tersangka menawarkan korbannya menjadi seorang model untuk pemotretan iklan besar, dengan gaji yang cukup fantastis.

Setelah korban terperangkap, tersangka memperkosanya dan merampas barang-barang milik korban. Bahkan, dia juga tidak segan menelantarkan korban di pinggir jalan.

"Ada dua korban, usianya 17 tahun dan 15 tahun. Dari dua korban, satu di antaranya diperkosa. Satunya tidak, karena dia memberontak dan diturunkan pinggir jalan. Tapi barang-barangnya tetap diambil," tuturnya.

Agus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, dengan modus penawaran seperti itu, yang mungkin banyak tersebar di media sosial. Lebih lanjut, masyarakat harus lebih teliti dan tidak gampang tergiur dengan penawaran yang diberikan. Apalagi, orang tersebut baru saja dikenal. (ang/bas)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA