KELANA KOTA

Berbekal Tusuk Gigi, Dua Pembobol Mesin ATM Kuras Saldo Hingga Rp400 juta

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 13 September 2018 | 22:00 WIB
Unit Resmob Polrestabes Surabaya menangkap dua pelaku pembobolan mesin ATM di Surabaya. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Unit Resmob Polrestabes Surabaya menangkap dua pelaku pembobolan mesin ATM di Surabaya. Dua pelaku itu berinisial SP (51) dan RW (25), yang keduanya warga Medan dan berhasil diringkus di wilayah Kudus, Jateng.

AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, salah satu pelaku merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama. Adapun modus yang digunakan pelaku, yaitu mereka menyaru sebagai petugas mesin ATM. Mereka juga menyasar pada mesin ATM yang berada di tempat keramaian, seperti minimarket dan swalayan.

Berbekal tusuk gigi, lanjut dia, pelaku memasukkannya ke dalam mesin ATM. Tujuannya, agar korban yang akan mengambil uang di mesin tersebut, mengalami kesulitan. Karena kartu ATM tidak bisa keluar dan mesin tidak berfungsi.

"Pemain lama ini. Pernah ditangkap dengan kasus yang sama. Modusnya juga tidak jauh berbeda. Mereka kami tangkap di Kudus, Jawa Tengah," kata Sudamiran, Kamis (13/9/2018).

Setelah korban panik, mereka akan mendekati korban dan menawarkan bantuan. Kemudian, menyuruh korbannya untuk mengetik ulang nomor PIN. Berhasil mengetahui nomor PIN korban, dengan cepat pelaku menukar kartu ATM yang asli dengan yang palsu.

Tidak heran, modus yang sudah dijalani selama tiga bulan itu, pelaku mampu menguras uang korbannya hingga Rp400 juta. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya 5 kartu ATM bekas, mobil marcedes benz hasil kejahatan, motor sarana, sejumlah emas batangan seberat 2 ons, 3 cincin emas senilai Rp 32 juta, 2 gelang emas, satu pak tusuk gigi, dan gergaji kecil sebagai alat pengganjal ATM.

"Mereka sudah berbekal kartu ATM palsu, yang mirip dengan milik korban. Lalu menguras semua uangnya, karena sudah mengetahui PINnya," tambahnya.

Sudamiran menambahkan, sejauh ini ada dua orang yang mengaku telah menjadi korban pembobolan ATM. Dia mengimbau, apabila masyarakat merasa pernah mengalami hal serupa untuk segera melaporkannya ke Polrestabes Surabaya.

"Tetap waspada juga, jangan gampang menerima bantuan dari orang yang tidak dikenal. Lebih baik langsung lapor ke call center bank yang bersangkutan," kata dia. (ang)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.