KELANA KOTA

Namanya Hanya Dua Huruf, Aa Justru Sering Mengalami Kejadian Seru

Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 17 September 2018 | 21:55 WIB
Aa bersama kedua orang tuanya, saat wisuda Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Sabtu (15/9/2018). Foto: Dokumen pribadi untuk suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Nama anak adalah doa kedua orang tuanya. Demikian pula yang diyakini Aa, 26 tahun. Ya, memang nama pemuda asal Tulungagung ini hanya terdiri dari dua huruf saja. Yakni A dan a.

Sarjana Teknik Sistem Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini lantas menjelaskan arti dari namanya.

"Saya bangga dengan nama saya. Orang tua saya memberi nama demikian karena punya maksud tersendiri. Kata orang tua saya, A itu huruf pertama di alfabet. Mereka berharap saya jadi orang yang diutamakan, selalu bermanfaat bagi orang lain," katanya saat dihubungi suarasurabaya.net, Senin (17/9/2018).

Anak pertama dari pasangan Zaenal Muchodim dan Sri Sumarlik ini juga mengatakan, huruf A identik dengan yang nilai yang terbaik. "Alhamdulillah, kuliah saya lancar, lulus dengan memuaskan. Pada tahun 2017 saya mendapat beasiswa PPA Dikti dan pernah mewakili jurusan pada lomba balap miniatur kapal di Universitas Diponegoro Semarang," ujarnya.

Meski memiliki nama yang cukup unik, Aa mengaku tidak pernah di-bully. Dia justru sering mengalami kejadian seru saat orang-orang tidak percaya dengan namanya.

"Sejak di sekolah dasar, saya selalu mendapat nomor urut pertama karena presensi urut abjad. Pas pertama kali registrasi di ITS, petugasnya bertanya apa benar ini nama saya. Lalu saat membuat SIM, KTP, dan rekening bank. Pegawai bank-nya baru percaya setelah saya tunjukkan akta kelahiran saya," katanya lantas tertawa.

Selain itu, banyak orang mengira Aa orang Sunda karena namanya mirip panggilan kakak laki-laki dalam bahasa Sunda. "Padahal saya asli orang Jawa Timur, orang asli Tulungagung," katanya.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.