KELANA KOTA

Direktur Penyidikan dari Polri, Ketua KPK Menepis Isu Konflik dengan Penyidik Internal

Laporan Farid Kusuma | Kamis, 20 September 2018 | 13:37 WIB
Agus Rahardjo Ketua KPK. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), siang hari ini, Kamis (20/9/2018), menggelar upacara pelantikan tiga orang pejabat setingkat direktur di Kantor KPK, Jakarta Selatan.

Salah seorang yang dilantik oleh Agus Rahardjo Ketua KPK adalah Komisaris Besar Polisi Panca Putra Simanjuntak sebagai Direktur Penyidikan KPK.

Masuknya Komisaris Besar Polisi Panca Putra Simanjuntak ke institusi antirasuah, menggantikan posisi Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman yang sudah selesai masa tugasnya.

Agus Rahardjo berharap dengan adanya Direktur Penyidikan baru, KPK bisa menyelesaikan kasus-kasus besar yang selama ini tertunda, antara lain kasus Bail Out Bank Century, BLBI, dan Pelindo II.

Usai prosesi pelantikan, Ketua KPK menepis isu adanya konflik antara Penyidik KPK dari institusi kepolisian, dengan penyidik internal KPK.

Menurut Agus, sejak KPK beroperasi, posisi Direktur Penyidikan selalu berasal dari Polri, dan tidak ada yang mempermasalahkan itu.

"Nggak ada masalah. Kalau dilihat sejarahnya KPK sampai saat ini, Direktur Penyidikan selalu dari Polisi, dan Direktur Penuntutan dari Jaksa. Sekarsng Direktur Penyidikan dari kepolisian lagi, saya pikir tidak ada yang berbeda," ujarnya di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).

Sekadar diketahui, awal Agustus lalu, Pimpinan KPK menuntaskan rangkaian proses seleksi yang diikuti lima calon Direktur Penyidikan KPK.

Selain Panca, ada empat orang lain yang mengikuti proses seleksi itu.

Masing-masing Komisaris Besar Polisi Arief Adiharsa Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Korupsi Bareskrim, Komisaris Besar Yudhiawan Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim, Yudi Kristiana mantan Jaksa Penuntut Umum KPK periode 2011-2015, dan Budi Sukmo penyidik dari internal KPK.

Sebelum bertugas di KPK, Kombes Panca pernah menjadi Dosen Utama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK Lemdikpol), dan Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. (rid/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.