KELANA KOTA

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bentuk Tim Khusus Kendaraan Bermasalah

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 20 September 2018 | 19:43 WIB
KBP Antonius Agus Rahmanto (tengah) Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat konferensi pers, Kamis (20/9/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya membentuk Timsus Silver untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas di Surabaya. AKBP Antonius Agus Rahmanto Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengatakan, tim yang baru dibentuk itu memiliki kemampuan khusus untuk mengidentifikasi kendaraan yang bermasalah.

Mereka akan disebar di wilayah hukum Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan rutin melakukan operasi. Sasaran pelanggarannya, seperti pemalsuan dokumen STNK (surat tanda kendaraan bermotor) atau TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor), pajak STNK mati, dan plat nomor kendaraan yang palsu atau tidak sesuai aturan.

"Timsus Silver ini beranggotakan 13 personel, yang sudah dibekali dan diperkuat kemampuannya dalam mengidentifikasi kendaraan yang bermasalah. Seperti plat nomor palsu, STNK palsu, dan beberapa pelanggaran lainnya," kata Agus, Kamis (20/9/2018).

Agus berharap, adanya Timsus Silver ini bisa memberikan dampak positif. Terutama, mengurangi kasus fidusia maupun curanmor yang masih sering terjadi di wilayah Tanjung Perak Surabaya.

Meski terbilang baru, Timsus Silver yang sudah bergerak selama 10 hari sudah menangani 16 kasus pelanggaran. AKP Ayip Rizal Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menambahkan, ada 11 mobil yang disita dengan berbagai permasalahan. Seperti, pemalsuan dokumen STNK dan plat nomor, hingga temuan kasus fidusia.

Usai diamankan, pihaknya akan menerbitkan LP (Laporan Polisi), yang menyebutkan pelanggaran yang telah diperbuat. Apabila kendaraan tersebut terindentifikasi unsur pidana, maka pihaknya akan melimpahkannya ke pihak Satreskrim untuk ditindaklanjuti.

"Rata-rata kendaraan ini plat nomor luar Kota Surabaya, dan dokumennya palsu. Kelihatan, ada yang di print sendiri dan font nya jelas berbeda. Lalu untuk kendaraan yang belum bayar pajak, sementara kami sita sampai pemiliknya datang kesini dengan dokumen yang lengkap dan sudah diperbaharui," kata dia. (ang/tin)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.