KELANA KOTA

Waspadai Hal Ini Jelang Musim Hujan

Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 25 September 2018 | 20:01 WIB
Konferensi pers di Kantor BMKG Juanda, Selasa (25/9/2018). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk mewaspadai beberapa hal menjelang musim hujan yang diprakirakan jatuh pada bulan November tahun ini.

Nur Huda Kepala Stasiun Meteorologi Kelas Satu Juanda menyebut, biasanya di awal musim hujan, hujan yang cukup deras secara tiba-tiba, dan kondisi tanah yang belum siap, bisa memicu terjadinya longsor. Nur Huda mengatakan, wilayah bantaran sungai menjadi tempat yang perlu waspada pada potensi ini.

Selain itu, wilayah kota dengan drainase yang kurang baik, juga berpotensi rawan banjir.

"Hampir semua kota seperti ini. Surabaya, Banyuwangi, Jember, dan beberapa daerah lain," katanya pada konferensi pers di Kantor BMKG Juanda, Selasa (25/9/2018).

Selain itu, puting beliung juga perlu diwaspadai. Nur Huda menyebut, pertumbuhan awan yang sangat cepat dan sangat gelap, biasanya bisa memunculkan angin kencang atau angin puting beliung.

"Pertumbuhan awan yang cepat itu biasanya terjadi di daerah yang penguapannya cukup tinggi. Biasanya muncul di tanah lapang dan menuju ke pinggiran kota," katanya.

Sedangkan, Ahmad Bisri Kepala Stasiun Sangkapura Bawean menyebut, gelombang laut masih dalam keadaan yang cukup fluktuatif. Ia mengatakan, gelombang masih akan cukup kondusif diawal musim hujan, namun akan mengalami puncak di bulan Maret.

Ia juga menyebut, untuk saat ini wilayah Bawean dan Ketapang masih cukup kondusif.

Selain itu, Anung Suprayitno Kasi Observasi dan informasi Stasiun Klimatologi Malang menyebut kemunculan cuaca ekstrem berasal dari frekuensi dan luasan waktu yang lebih sering dan lebih luas.

"Spot (cuaca ekstrem, red) di Jawa Timur, kita katakan bisa terjadi dimana saja. Meski dulu yang belum pernah terjadi, bisa berpotensi terjadi. Ini akibat dari perubahan iklim," katanya.

Di akhir, Nur Huda menyebut, peringatan yang disampaikan oleh BMKG Juanda, bertujuan agar masyarakat bisa lebih mengantisipasi dan bersiap-siap. (bas/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.