KELANA KOTA

BNNP Musnahkan 5,8 Kilogram Sabu-Sabu Milik 15 Tersangka

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 09 Oktober 2018 | 15:54 WIB
Brigjen Pol Bambang Budi Santoso Kepala BNNP Jatim menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang akan dimusnahkan di halaman BNNP Jatim, Selasa (9/10/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 5,8 kilogram, Selasa (9/10/2018). Pemusnahan itu dilakukan di halaman BNNP Jatim, dengan cara dibakar menggunakan alat incenerator.

Brigjen Pol Bambang Budi Santoso Kepala BNNP Jatim mengatakan, barang bukti narkoba itu merupakan hasil tangkapan selama tiga bulan. Petugas juga berhasil mengamankan sekitar 15 tersangka, dari 8 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Jatim. Seperti Madiun, Malang, Sidoarjo, dan Surabaya.

Dia menyebutkan, barang bukti tersebut berasal dari Riau, yang dibawa melalui jalur udara dan darat. Para tersangka menggunakan jalur darat yaitu bus, untuk mengelabui petugas.

"Sabu-sabu ini kami dapatkan dari 15 tersangka, yang total tangkapan selama 3 bulan. Mereka diamankan dari beberapa lokasi di Jatim. Mereka pelaku menggunakan jalur darat dengan bus seolah-olah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari luar negeri. Karena kalau udara sudah tercium oleh petugas," kata Bambang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan paspor, kata dia, 15 tersangka adalah mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pernah bekerja sebagai kuli, pembantu rumah tangga di Malaysia. Mereka melihat potensi narkoba di Indonesia sangat menguntungkan, dan nekat memesan hingga membawanya pulang. Mereka bertugas sebagai kurir dan tergoda dengan imbalan Rp10-Rp20 juta.

"Dari pemeriksaan paspo, mereka ini rata-rata TKI di Malaysia. Lalu, melihat kalau potensi sabu-sabu ini luar biasa. Apalagi ada godaan imbalannya sampai puluhan juta. Makanya mereka nekat pesan," tambahnya.

Bambang menambahkan, pemusnahan 5,8 kilogram sabu-sabu itu, belum berstatus inkrah. Namun sebagian telah disisihkan untuk barang bukti di persidangan. Baginya, pemusnahan itu harus segera dilakukan, agar tidak ada oknum yang menyalahgunakan dan mencegah barang bukti itu kembali beredar.

"Kita musnahkan karena kita takut. Kalau kelamaan nanti ada yang mencubit atau mencobanya," kata dia. (ang/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.