KELANA KOTA

Lebih 8.000 Warga Sudah Dievakuasi Keluar dari Kota Palu

Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 09 Oktober 2018 | 19:20 WIB
Ilustrasi. Foto: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan kalau sudah lebih 8.000 ribu warga korban gempa dan tsunami dievakuasi keluar dari kota Palu.

Evakuasi ini, kata dia, melalui udara maupun laut. Mereka dievakuasi ke Makassar, Jakarta, Balikpapan, Manado dan Nunukan.

"Total yang sudah dievakuasi keluar dari Kota Palu sebanyak 8.276 orang, Melalui Udara, yaitu Makassar 4.631, Balikpapan 1.173, Jakarta 182, Manado 171. Sedangkan melalui Laut, masing-masing ke Makassar 1.853 dan ke Nunukan 55 orang. Sedangkan evakuasi mandiri ke Maros melalui jalur darat ada 211 orang," ujar Sutopo di kantor BNPB, jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (9/10/2018).

Untuk penanganan korban di Balaroa, Petobo dan Jono Oge, kata Sutopo, jenazah yang ditemukan tetapi sudah melepuh dan tidak dikenali, maka langsung dimakamkan karena berpotensi menimbulkan kuman penyakit.

"Evakuasi di Jono Oge belum dapat dilakukan karena lumpur masih basah, rawa, medan berat, dan belum ada eskavator amphibi," kata Sutopo.

Di mengatakan kalau para tokoh agama dan masyarakat mengusulkan agar dipertimbangkan tidak melanjutkan Evakuasi. Lokasi diusulkan menjadi tempat penguburan massal dan masyarakat dibangunkan permukiman.

Menurut Sutopo, walikota Palu juga mengusulkan perlunya kajian untuk Lokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) atau relokasi. Selain itu, perlu juga dibangun 5.000 unit rumah untuk masyarakat Petobo, Balaroa, dan pantai.(faz/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.