KELANA KOTA

Terhitung 14 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Situbondo

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 11 Oktober 2018 | 08:45 WIB
Terjadi gempa dengan kekuatan 6,3 SR di Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB. Foto: BMKG via Twitter
suarasurabaya.net - Pasca terjadinya gempa 6,3 Skala Richter (SR) di Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB dini hari, terhitung 14 gempa susulan telah terjadi.

"Ini (gempa susulan, red) jalan 14 kali, terakhir update pukul 08.05 WIB dengan kekuatan 3,2 SR. Dipekirakan gempa susulan masih akan terus terjadi," kata Suwardi Kepala BMKG Tretes kepada suarasurabaya.net.

Ia juga menyampaikan, gempa susulan yang terjadi dengan variasi magnitudo semakin kecil dengan magnitudo paling besar mencapai 3,6 SR.

Gempa yang terjadi di Situbondo, menurut Suwardi, tergolong gempa teknonik yang diakibatkan dari terusan Flores. Ia juga membenarkan gempa susulan masih terus terjadi karena membutuhkan waktu untuk menstabilkan susunan bebatuan didalam bumi pasca terjadinya gempa.

Namun ia menegaskan bahwa gempa yang terjadi di Situbondo berbeda dengan gempa yang terjadi di Lombok. Suwardi memperkirakan gempa susulan yang akan terus terjadi masih dalam kekuatan yang lebih kecil sehingga masyarakat diimbau untuk tidak terlalu cemas.

"Mungkin saja terjadi gempa yang lebih besar, kalau bilang kemungkinan semua mungkin. Yang terjadi di Lombok ternyata (patahan, red) geser dan terjadi gempa yang lebih besar lagi. Tapi kalau yang di Jawa ini kayaknya tidak. Kalau lihat trennya juga (magnitudo, red) lebih kecil, jadi beda dengan gempa Lombok," tambahnya.

Sebelumnya, BMKG menegaskan bahwa gempa yang terjadi di Situbondo tidak berpotensi tsunami. Hal ini juga dibenarkan oleh Suwardi. Menurutnya, tsunami biasanya terjadi jika magnitudo gempa lebih dari 7 SR.

"Potensi tsunami biasanya diakibatkan gempa yang lebih dari 7 SR. Karena gempa hari ini masih dibawah 7 SR, jadi untuk menggetarkan volume dasar laut kayaknya belum mampu. Lain halnya jika gempa mengakibatkan longsoran di dasar laut. Tapi kalau pergerakan lempeng itu belum mampu,"ujarnya.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 2
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.