KELANA KOTA

Amien Widodo Kembali Ingatkan Sesar Waru dan Sesar Surabaya

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 11 Oktober 2018 | 14:00 WIB
Amien Widodo Pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Foto: Facebook Kang Amien Widodo
suarasurabaya.net - Amien Widodo Pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengingatkan kepada Pemerintah Kota Surabaya terkait dua sesar aktif yang berpotensi gempa di Surabaya.

Amin mengatakan, berdasarkan penelitian Kementerian PUPR yang dibuat pada akhir 2017, Surabaya memiliki dua sesar aktif yakni Sesar Waru dan Sesar Surabaya. Sesar Waru ini membentang mulai dari bukit di kawasan Karang Pilang sampai ke Sidoarjo, Jombang, dan Nganjuk.

"Sedangkan Sesar Surabaya, dimulai dari perbatasan Jl. Mayjend Sungkono-Margomulyo sampai Cerme Gresik," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Kamis (11/10/2018).

Amien menegaskan, saat ini kalau ingin membuktikan Sesar Waru dan Sesar Surabaya itu aktif atau tidak maka harus memasang alat. Beberapa bulan terakhir ini Badan Kerjasama Internasional Jepang atau Japan International Cooperation Agency (JICA) berencana memasang 11 seismograf (sebuah perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi) di dua area Sesar Waru dan Sesar Surabaya.

Amien berharap niat baik JICA ini segera terealisasi segera mungkin agar Kota Surabaya bisa membuat peta mitigasi bencana. Karena kalau terkena Gempa 6,5 Skala Richter saja, seluruh Surabaya bisa terdampak.

"Pemerintah Kota Surabaya harus segera mungkin membuat pemetaan daerah yang berisiko bencana gempa akibat dua sesar aktif ini. Pemetaan itu misalnya, mendeteksi kualitas tanah dan bangunan. Kalau bangunannya jelek tanahnya jelek maka daerah itu risiko tinggi. Kalau bangunannya jelek tanahnya baik maka risiko sedang, kalau bangunannya baik tanahnya baik maka risiko rendah."

"Setelah itu baru dilakukan pelatihan-pelatihan. Perlu diingat, gempa itu tidak membunuh, yang membunuh itu bangunan yang roboh, bisa disebabkan kualitas bangunannya atau tanahnya," katanya.

Amien mengatakan, BMKG dan Tim Geologi tengah bekerja sama dengan Pemkot Surabaya dalam hal ini Bappeko untuk menindaklanjuti masalah ini. Amin berharap pembuatan peta mitigasi dan risiko bencana segera dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gempa.

Sebab, menurut Amien, setiap patahan sesar yang mengalami gempa bisa jadi berdampak pada patahan atau sesar yang lain.

"Gempa 6,3 SR di perairan Situbondo itu besar dan itu dekat dengan Surabaya. Memang kita tidak bisa memprediksi terjadinya gempa, tapi kita bisa membuat kesiapsiagaan," katanya. (bid/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 8
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.