KELANA KOTA

Soekarwo Targetkan Penanganan Bencana di Pulau Sapudi Selesai Tiga Minggu

Laporan Agung Hari Baskoro | Kamis, 11 Oktober 2018 | 17:46 WIB
Soekarwo (tengah) Gubernur Jatim memberikan keterangan pers terkait Gempa Bumi di pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Kamis (11/10/2018). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pasca peninjauan langsung ke lokasi terdampak Gempa Bumi di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Soekarwo Gubernur Jatim menyatakan penanganan pascabencana di Pulau itu akan selesai dalam tiga minggu.

Soekarwo memastikan, seluruh kerugian yang disebabkan oleh gempa bumi akan ditanggung oleh Pemprov Jatim. Kerugian yang ditanggung meliputi kerusakan rumah, penanganan korban luka, dan santunan korban meninggal.

Terkait rumah, Soekarwo menyebut, TNI Angkatan Darat dan Kepolisian yang akan bertanggungjawab mengerjakan perbaikan rumah di Pulau Sapudi.

Terkait korban luka, kata Soekarwo, warga yang menjadi korban luka menyatakan ingin tetap tinggal di Pulau Sapudi. Menanggapi itu, Soekarwo menginstruksikan untuk membuat Rumah Sakit sementara di tenda-tenda.

"Dari (Rumah Sakit, red) Dr. Soetomo Surabaya akan bergerak. Yang banyak dibutuhkan Orthopedi dan Bedah," katanya.

Ditanya terkait apakah Pemprov Jatim membangun rumah dengan konstruksi tahan gempa, Soekarwo menyebut belum bisa sepenuhnya membangunkan rumah tahan gempa. Namun ia menyebut telah menempatkan ahli konstruksi bangunan di sana.

Sekadar diketahui, Soekarwo berangkat menuju pulau Sapudi bersama Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim dan Mayor Jenderal TNI Arif Rahman Pangdam V Brawijaya, menggunakan helicopter pukul 10.00 WIB hari ini, Kamis (11/10/2018).

Sesampainya di lokasi, rombongan meninjau rumah-rumah rusak, korban luka, dan mengikuti prosesi pemakanan salah satu korban meninggal bernama Nuril Kamiliyah. (bas/bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.