KELANA KOTA

Badan Geologi: Area Terdampak Likuifaksi Sudah Tak Layak Huni

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 11 Oktober 2018 | 20:25 WIB
Proses pencarian dan evakuasi lokasi terdampak likuifaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Petobo, Palu Selatan, Sabtu (6/10/2018). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Rudy Sehendar Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan area yang terdampak likuifaksi akibat gempa Palu-Donggala sudah tidak layak huni lagi.

"Area ini akan mulai ditimbun untuk dijadikan memorial park dalam bentuk ruang terbuka hijau. Saat ini kita sedang menunggu bondering areanya," kata Rudy dalam siaran pers kementerian, Kamis (11/10/2018), mengenai area terdampak likuifaksi di Petobo, Palu.

Badan Geologi tahun 2012 telah melakukan survei yang menunjukkan daerah Petobo dan Balaroa di Palu berisiko tinggi mengalami likuifaksi.

"Berbagai survei telah kami lakukan, di daerah ini tebal lapisan aluvial hingga 14 meter, di beberapa tempat kumulatif lapisan pasirnya hingga 7,2 meter, itu kami temui di Petobo," jelas Rudy.

"Ini sejarahnya merupakan bekas sungai purba dan mengalami pengurukan untuk permukiman warga. Petobo itu juga merupakan daerah lereng panjang, ketika terjadi likuifaksi, strength-nya hilang," katanya seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan masyarakat yang sebelumnya menghuni wilayah terdampak likuifaksi akan dipindahkan ke daerah yang lebih aman. Kementerian akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk membangun hunian sementara dan hunian tetap bagi mereka. (ant/nin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.