KELANA KOTA

Jelang Musim Hujan, 17 Rumah Pompa Surabaya Ditambah Kapasitasnya

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 12 Oktober 2018 | 07:50 WIB
Ilustrasi. Rumah Pompa di Surabaya. Foto: surabaya.go.id
suarasurabaya.net - Sedikitnya 17 rumah pompa yang berada di sejumlah wilayah di Kota Surabaya, Jawa Timur telah ditambah kapasitasnya menjelang musim hujan tahun ini.

Erna Purnawati Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya di Surabaya, Jumat (12/10/2018) mengatakan 17 rumah pompa yang ditambah kapasitasnya yakni rumah pompa Jagir Kalimir, Simolawang, Gunungsari 2, Grahadi, Kebon Agung, Medokan Ayu Hilir, Kalisari, Kalibokor, Jeblokan, Tambak Wedi, Kenari, Bratang, Dinoyo, Kenjeran 1 dan Darmokali.

"Masing-masing rumah pompa tersebut ditambah 3 meter kubik," katanya seperti dilansir Antara.

Namun, lanjut dia, untuk rumah pompa di Morokrembangan ditambah dua pompa, masing-masing 3 meter kubik. Sementara untuk rumah pompa Balong 2 ditambah 5 meter kubik.

"Saat ini, semuanya sudah hampir selesai, sekitar 99 persen," ujarnya.

Selain menambah kapasitas rumah pompa, kata dia, pihaknya juga melakukan pengerukan lumpur di sungai dan saluran air, peninggian tanggul laut serta penyelesaian proyek Box Culvert Jalan Raya Sememi.

Ia mengatakan sejak awal Januari, pihaknya rutin melakukan pengerukan lumpur saluran. Namun menjelang musim hujan kali ini, lanjut dia, pihaknya makin meningkatkan pengerukan itu.

Hasil pengerukan itu, kata dia, kemudian digunakan untuk membangun fasilitas umum lainnya yang saat ini sedang dibangun, seperti pembangunan taman-taman, pembangunan buffer zone di eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Keputih dan juga untuk pembuatan tanggul.

"Dengan cara ini, kami bisa mengantisipasi genangan air dan juga bisa membangun infrastruktur lainnya di Surabaya," katanya. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.