KELANA KOTA

Perbaikan PLTU Paiton, PLN Imbau Masyarakat Hemat Listrik

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 12 Oktober 2018 | 11:51 WIB
Informasi PLN terkait perbaikan PLTU Paiton dan Cilacap. Foto: Facebook
PLN Distribusi Jawa Timur
suarasurabaya.net - Upaya perbaikan PLTU Paiton unit 6 dan PLTU Cilacap unit 3 sudah ada tanda-tanda yang lebih baik. Namun PLN mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan listrik secara berlebihan terutama pukul 18.00-21.00 WIB.

Dwi Suryo Abdullah Manager Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jatim mengatakan, upaya penghematan ini dilakukan agar mampu mencukupi kebutuhan pelanggan sehingga tidak ada penyulang yang akan dimatikan.

"Perlu kami sampaikan upaya perbaikan yang dilakukan teman-teman engginer di PLTU Cilacap sejak kemarin sampai tadi pagi sudah ada tanda-tanda yang lebih baik. Sekitar jam 8 tadi sudah mulai dioperasikan kembali. Namun untuk mengoperasikan itu butuh waktu 8 jam untuk proses pendinginan," kata Dwi Suryo pada Radio Suara Surabaya.

Kata Dwi Suryo, dari progres upaya perbaikan PLTU khususnya di Jatim memang tidak seperti kondisi kemarin. "Kalau kemarin yang mengalami gangguan 2-3 persen pelanggan. Sekarang ini hanya sebagian kecil atau 1 persen. Semoga untuk Surabaya dan beberapa kota di Jatim tidak padam lama, kalau padam mungkin hanya 1 jam saja," ujarnya.

Sementara itu terkait PLTU Paiton, lanjut dia, pihaknya masih mengupayakan agar kondisi ini segera tertangani. Semoga dalam waktu dekat besok atau lusa bisa pulih kembali dan bisa masuk dalam sistem.

"Kerusakan secara spesifik saya tidak mendapat data detail. Hambatan dalam upaya perbaikan karena temperatur boiler di atas 900 derajat harus didinginkan dulu agar bisa masuk ke ruangan untuk mengecek kondisi fisik apakah ada yang pecah atau retak sehingga butuh waktu," katanya. (dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.