KELANA KOTA

Pemprov Jatim Siapkan Rp23,7 Miliar untuk Perbaiki 317 Rumah Rusak di Pulau Sapudi

Laporan Denza Perdana | Jumat, 12 Oktober 2018 | 14:41 WIB
Soekarwo Gubernur Jawa Timur mendatangi langsung korban bencana gempa Situbondo di Kepulauan Sapudi, Sumenep, Jawa Timur, Kamis (11/10/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Soekarwo Gubernur Jawa Timur menegaskan, Pemprov Jatim sudah menyiapkan anggaran perbaikan rumah warga yang rusak terdampak gempa di Pulau Sapudi, Sumenep.

Ada tambahan jumlah rumah rusak di dua kecamatan di Pulau Sapudi yang terdata.

Pakde Karwo mengatakan, sebelumnya ada 246 rumah rusak di Pulau Sapudi. Sebanyak 210 rumah di Kecamatan Gayam dan 36 rumah di Kecamatan Nung Gunung.

"Sekarang menjadi 317 rumah rusak. Sementara, ini sementara, ya. Rp23,7 miliar yang sudah siap, khusus untuk (perbaikan) rumah," ujarnya usai Upacara HUT ke-73 Pemprov Jatim, Jumat (12/10/2018).

Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Zeni Tempur Angkatan Darat dan Babinkamtibmas setempat akan melakukan penghitungan riil rumah terdampak gempa.

"Jadi data yang ada masih hitungan kasar. Yang rusak berat berapa, sedang berapa, ringan berapa? Hari ini pasukan Zeni dan Babinkamtibmas akan menghitung. Nanti per rumah alokasinya berapa bisa ketahuan," katanya.

Adapun anggaran Rp23,7 miliar yang sudah disiapkan Pemprov Jatim itu, kata Pakde Karwo, bisa saja ditambah bergantung kebutuhan di lapangan.

Soekarwo memastikan pada proses perbaikan rumah yang rusak itu warga setempat tidak hanya melihat tapi ikut membantu.

Dia mencontohkan ini seperti yang terjadi pada bencana longsor di Ponorogo. Saat itu, warga terdampak bencana aktif dalam gotong-royong perbaikan rumah.

Soekarwo mengklaim, penanganan pascagempa magnitudo 6,4 yang berdampak paling parah di Pulau Sapudi, Sumenep cukup cepat.

"Kemarin itu, bukan tidak ada tenda. Tenda itu ada. Memang ada satu tenda di dekat panggung penjagaan, yang plastik itu. Tapi yang lain ada. Barangnya sudah datang di pelabuhan. Proses kita sudah cepat sekali. Hari ini orthopedi dan bedah sudah datang di sana," ujarnya.

Dia yang sudah berkunjung ke Sapudi pada Kamis kemarin sempat mengatakan, banyak warga yang terdampak gempa mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Karena itulah, tenaga medis yang menurutnya paling dibutuhkan adalah ortophaedi dan bedah.

Dia juga mengatakan, sudah mengkoordinir agar dibangun tenda-tenda rumah sakit darurat yang cukup representatif untuk pelaksanaan operasi.(den/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.