KELANA KOTA

Pemkot Surabaya dan Tim Geologi ITS Mulai Petakan Kawasan Rawan Gempa

Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 12 Oktober 2018 | 15:28 WIB
Ilustrasi. Grafis: Gana suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ery Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Kota Surabaya telah berkoordinasi dengan tim peneliti geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tentang dua sesar aktif yang melintasi Kota Surabaya.

"Kami sudah diberi laporan oleh tim ITS, detail yang dilewati belum bisa disampaikan dulu mana saja titik yang terdampak," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Jumat (12/10/2018).

Ery mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Surabaya sudah memberikan data sondir boring atau uji kekuatan tanah di suluruh Kota Surabaya. Data sondir boring tanah itu sebagai kajian untuk menghadapi bencana gempa bumi.

"Kami sudah memberikan ke ITS terkait data sondir booring tanah di seluruh Kota Surabaya. Kami kerja sama dengan ITS, untuk menghadapi gempa," katanya.

Selain itu, kata Ery, Pemkot Surabaya juga akan mengecek standar kekuatan bangunan rumah di Surabaya. Sebagai sampel, Pemkot akan mengecek kondisi rumah yang paling minimal atau paling lemah.

Dua variabel data itu akan dijadikan bahan kajian untuk meminimalisir kerusakan yang diakibatkan gempa. Pemkot akan melakukan penguatan tanah dan bangunan di jalur-jalur tertentu yang dilewati Sesar Waru dan Sesar Surabaya.

Terkait peta detail jalur yang dilewati dua sesar aktif itu, kata Ery, akan disampaikan oleh Menteri PUPR pada bulan November sesuai hasil penelitian tim ITS besama Kementerian PUPR.

Jika nanti sudah disampaikan, maka Pemkot Surabaya akan menyampaikan juga pemetaan total wilayah yang dimungkinkan terdampak sesar aktif dan memetakan kawasan berpotensi gempa.

"Peta itu nantinya juga menjadi dasar Pemkot Surabaya untuk melakukan penguatan tanan dan bangunan. Karena salah satu cara penanggulangan bencana gempa adalah melakukan penguatan tanan dan bangunan," katanya.

Terkait rencana pemasangan seismograf atau alat pendetksi getaran gempa yang akan dipasang oleh Japan International Cooperation Agency (JICA), masih dikoordinasikan oleh Tim ITS dan Kementerian PUPR. Rencana pemasangan alat sesismograf di 11 titik di jalur sesar Waru dan Sesar Surabaya itu diharapkan bisa segera terealisasi agar memudahkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi.

Sekadar diketahui, Dr Ir Amien Widodo pakar Geologi ITS telah mengingatkan bahwa Kota Surabaya dilewati dua sesar aktif yang berpotensi gempa bumi. Kedua patahan tersebut yakni patahan Surabaya dan patahan Waru. Patahan Surabaya meliputi kawasan Keputih hingga Cerme Gresik. Sedangkan patahan Waru mencakup kawasan yang lebih luas, yakni Rungkut, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Saradan, hingga Cepu. (bid/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.