KELANA KOTA

Pemprov Jatim Mulai Lakukan Perbaikan Awal Untuk Rumah Kategori Rusak Ringan

Laporan Agung Hari Baskoro | Jumat, 12 Oktober 2018 | 17:05 WIB
Perbaikan awal sudah mulai dilakukan untuk rumah kategori rusak ringan di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jumat (12/10/2018). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net - Pemprov Jatim mulai melakukan perbaikan-perbaikan awal sambil terus melakukan penghitungan kerugian pasca Gempa di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jumat (12/10/2018).

Aries Agung Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim menyebut, perbaikan awal dilakukan untuk bangunan-bangunan yang sifatnya rusak ringan.

Aries menyatakan, perbaikan awal akan memperhatikan kesediaan bahan bangunan yang bisa didapat di daerah tersebut. Terkait bahan-bahan bangunan yang susah didapat di daerah, Pemprov melalui TNI dan Polri akan mendata kebutuhan dan mensuplai dari Surabaya.

Hari ini tim gabungan dari Zeni Kodam V Brawijaya, Pemprov Jatim, dan Pemkab setempat, sedang melakukan proses penghitungan.

"Hari ini lagi di tafsir perkiraan biaya membangun rumah-rumah uamh rusak termasuk kategori jenis kerusakannya yaitu parah, sedang, dan ringan," katanya kepada suarasurabaya.net.

Saat ini belum ada angka pasti terkait biaya perbaikan karena harus memperkirakan dulu setiap tingkatan kerusakannya.

Ia mengaku, saat ini pemprov Jatim sudah menyediakan dana sebesar Rp23,7 miliar untuk melakukan perbaikan rumah.

"Tapi kalau kurang (dari, red) hasil kalkulasi kerusakan, maka akan ditambahkan," katanya.

Sebagai informasi, Jumat hari ini (12/10/2018) perbaikan rumah dan perawatan korban sudah mulai berjalan. Pemprov Jatim menargetkan penanganan pasca bencana harus selesai dalam waktu tiga minggu sejak hari ini.(bas/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.