KELANA KOTA

Bayi Korban Perdagangan Anak di Instagram Diserahkan ke Keluarga, LA Menangis

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 12 Oktober 2018 | 19:21 WIB
Penyerahan bayi korban kasus perdagangan itu, dihadiri oleh suami tersangka atau ayah dari balita, bersama keluarganya. LA sempat menangis menggendong buah hatinya dan menciumi anaknya. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Polrestabes Surabaya secara resmi menyerahkan bayi laki-laki berusia 11 bulan yang menjadi korban kasus perdagangan anak melalui instagram, kepada keluarganya, Jumat (12/10/2018).

Didampingi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, penyerahan itu sempat diwarnai isak tangis dari LA (22) ibu bayi yang sudah berstatus sebagai tersangka.

AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, sesuai kesepakatan atau hasil diskusi dengan DP5A Kota Surabaya, bayi tersebut akan diasuh oleh saudaranya atau keluarga dari ayah. Dalam perawatannya, bayi laki-laki itu akan terus dipantau oleh DP5A Kota Surabaya.

"Setelah melakukan pertemuan dan diskusi, bayi ini diserahkan ke ortu. Diasuh oleh adik bapak anak ini. Nanti dalam perawatannya dipantau terus oleh DP5A Kota Surabaya," kata Sudamiran.

Penyerahan bayi korban kasus perdagangan itu, juga dihadiri oleh suami tersangka atau ayah dari bayi, bersama keluarganya. LA sempat menangis menggendong buah hatinya dan menciumi anaknya. Dia juga memeluk ibu mertuanya dan menyatakan penyesalannya, yang tega menjual anak kandungnya sendiri.

Sementara itu, Anang suaminya yang juga hadir tampak mendampingi istrinya untuk memberikan dukungan dalam menjalani proses hukum. Dia mengaku telah memaafkan istrinya dan berharap LA bisa berubah serta mengambil pelajaran dari perbuatannya.

Anang mengaku, dirinya tidak tahu bahwa LA nekat menjual anak ketiganya sendiri kepada seseorang. Menurutnya, LA adalah sosok yang introvert dan tidak pernah bercerita apapun kepadanya. Peristiwa itu terbongkar, setelah dia menanyakan keberadaan anaknya. Karena sebelumnya, anaknya diasuh oleh tantenya dan tiba-tiba diambil oleh istrinya.

"Ya awalnya ngaku katanya diadopsi. Terus kok dia ngomongnya ada duitnya. Dari situ saya marah besar tapi tidak sampai berbuat kasar. Saya bingung, mau saya ambil tapi tidak tahu alamatnya. Itu istri saya mengaku belum ditangkap sama polisi. Saya sudah memaafkan, biar bagaimanapun dia adalah ibu dari anak-anak saya," kata dia.

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap kasus perdagangan anak yang ditemukan beraksi di media sosial instagram. Polisi menangkap empat tersangka, di antaranya pemilik akun instagram jual beli bayi, ibu yang menjual bayi, bidan nonaktif sebagai perantara, dan pembeli bayi. (ang/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA