KELANA KOTA
50 Sepeda Motor Pelajar Tebakar

Kadishub Surabaya: Setelah Kasus SMKN 6 Kita Operasi SOS

Laporan Agung Hari Baskoro | Jumat, 19 Oktober 2018 | 11:35 WIB
Kebakaran Rumah Nomor 22 dan 24 di RT 3 RW 3 Karangrejo Timur, Wonokromo, Surabaya menghanguskan 50 unit sepeda motor dan satu unit mobil box, Kamis (18/10/2018). Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kebakaran yang menghanguskan 50 sepeda motor milik siswa SMKN 1 Surabaya pada Kamis (18/10/2018) di lahan parkir luar sekolah di Karangrejo, Wonokromo, Surabaya membuktikan siswa yang menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah masih banyak.

Sebelumnya, pada 26 September lalu juga terjadi kebakaran sepeda motor di lahan parkir liar di sekitar SMKN 6 Surabaya yang menghanguskan 17 motor milik siswa SMK tersebut.

Menanggapi hal itu, Irvan Wahyudrajad Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menyebutkan, sebenarnya Dinas Perhubungan telah melakukan operasi Save Our Student (SOS) yang digelar setiap hari bersama Satlantas Polrestabes Surabaya dan Garnisun Surabaya sejak insiden kebakaran sepeda motor di sekitar SMKN 6 Surabaya.

"Sudah mulai Kasus SMKN 6 (Surabaya,red) kita operasi SOS Save Our Student tiap hari," katanya.

Operasi ini dilakukan dengan melakukan penindakan di jalan raya setiap hari dan menyasar siswa yang mengenderai sepeda motor untuk di cek kelengkapan berkendaranya seperti SIM, STNK, dan helm.

Selain itu, operasi ini juga menggelar sosialisasi setiap minggu di sekolah-sekolah tentang pentingnya tertib berlalu lintas termasuk larangan mengendarai sepeda motor bagi pelajar yang belum memiliki SIM.

Namun Irvan mengakui, masih banyak siswa yang menggunakan sepeda motor untuk pergi ke sekolah. Ia mengimbau agar siswa yang belum memiliki SIM memilih menggunakan angkutan umum, jasa antar jemput, atau bis sekolah.

Ia juga berharap sekolah bisa menyediakan fasilitas antar jemput bila siswanya enggan naik bus sekolah atau angkutan umum.

"Yang paling bertanggungjawab orang tua siswa. Kita himbau supaya tidak mengijinkan putranya mengendarai R2 kalau belum memiliki SIM karena kecelakaan 70 persen melibatkan R2 dan kebanyakan usia muda," katanya.

Ditanya terkait penindakan lahan parkir liar yang biasa digunakan parkir siswa yang belum memiliki SIM, Irvan mengaku Dishub tidak berwenang menindak jika lahan parkir tersebut tidak berada di bahu jalan seperti kasus dua kebakaran yang menghanguskan sepeda motor milik pelajar SMKN 6 Surabaya dan SMKN 1 Surabaya. (bas/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.