KELANA KOTA

Tiga WNI Meninggal Akibat Tanah Longsor Penang

Laporan Ika Suryani Syarief | Minggu, 21 Oktober 2018 | 07:44 WIB
Regu penyelamat membawa jenazah korban longsor di sebuah lokasi konstruksi di Tanjung Bungah, pinggiran kota George Town, Penang, Malaysia, Minggu (22/10/2017). Foto: Reuters/Antara
suarasurabaya.net - Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban musibah tanah longsor di kawasan Paya Terubong, Telau, Georgetown, Penang, Jumat (19/10/2018).

"KJRI Penang menerima kabar pada hari Jumat pukul 18.22 dan Satgas KJRI Penang langsung menuju lokasi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut," ujar Osrinikita Zubhana SH LLM, Konsul Pensosbud KJRI Penang, Sabtu (20/10/2018).

Osrinikita mengatakan bahwa kepolisian di lapangan mengatakan, sekitar pukul 13.00 saat sebagian orang sedang sholat Jumat terdapat 11 container dan satu rumah tertimbun.

"Korban jiwa tiga orang termasuk satu WNI yang sudah teridentifikasi atas nama Syamsul, 10 orang lagi masih belum ditemukan dan dikhawatirkan masih tertimbun tanah, dua orang diantaranya adalah WNI atas nama Bahtiar dan Subaeri," katanya.

Di TKP Satgas bertemu dengan Istri Subaeri dan istri Bahtiar.

"Ketika tanah longsor keduanya berada di TKP. Kedua istri korban dan seluruh korban tidak memiliki permit atau izin," katanya.

Satgas KJRI Penang ke Forensik RS Pulau Pinang dan mendapatkan hasil "post mortem" Syamsul meninggal karena cidera.

Selanjutnya rumah sakit akan melakukan tes DNA keluarga. Satgas juga melihat langsung jenazah, dan memperoleh informasi bahwa proses pemulangan atau pemakaman jenazah sudah bisa dilakukan.

Perusahaan utama dalam proyek tersebut Mira Gas Sdn Bhd. Ketiga WNI bekerja pada perusahaan subs kontraktor Soil Mechanic yang belum dapat dihubungi.

Menurut informasi yang diterima, pekerjaan mereka sudah selesai sejak (28/9/2018). "Namun masih ada pekerja yang tinggal di lokasi karena masih menunggu pekerjaan baru dan takut keluar dari kawasan karena tidak memiliki permit," katanya.

Osrinikita mengatakan Satgas KJRI akan terus mengawal kasus tersebut.(ant/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.