KELANA KOTA

Kronologi Perampokan Rumah Pengusaha Konveksi, Pelaku Tahu Lokasi Peralatan CCTV

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 21 Oktober 2018 | 16:42 WIB
Supriatin, narasumber sekaligus seorang juru masak yang ikut ke Bali bersama Reza. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kawanan perampok membawa kabur satu unit Innova dan satu unit handphone dari rumah Reza Teguh, seorang pengusaha konveksi, di JalanPrapen Indah Blok F nomor 43, Surabaya, Jumat (19/10/2018) malam. Tidak hanya dua barang itu, pelaku juga mencongkel kamera dan membawa serta video recorder CCTV yang ada di rumah itu.

Kawanan perampok ini sempat menyekap dua penghuni rumah. Seorang suster perawat ibu pemilik rumah dan sopir keluarga sempat mereka sekap di dalam rumah saat pelaku menguras harta pemilik rumah. Kedua korban ini masih menjalani pemeriksaan oleh polisi ketika suarasurabaya.net berada di lokasi perampokan, Minggu (21/10/2018).

Supriatin juru masak yang sudah bekerja selama 30 tahun di rumah Reza menyebutkan, saat peristiwa perampokan itu terjadi dirinya sedang berlibur dengan majikan dan puluhan karyawan lainnya ke Bali.

Saat perampokan itu terjadi, di dalam rumah hanya ada tiga orang. Ratna Anjani adalah ibunda Reza yang kondisinya sedang sakit, Anti suster yang merawatnya, serta Subandi sopir keluarga.

Anti suster yang sempat disekap perampok sempat menceritakan peristiwa perampokan itu kepada Supriatin. Sebelum disekap, Anti dan Subandi terkejut dengan munculnya para perampok memakai penutup wajah menodongkan pisau kepada keduanya.

Para perampok mengikat tangan dan kaki Subandi, sang sopir, dengan kain. Mereka juga menutup mulut dengan lakban. Anti diikat kaki dan tangannya, lalu wajahnya ditutup dengan mukena.

Setelah mengamankan sopir dan suster, mereka kabur sambil membawa hasil rampokan beserta perlengkapan CCTV, mungkin degan maksud untuk menghilangkan jejak yang bisa menjadi barang bukti.

Satpam perumahan yang melihat mobil keluar rumah dengan laju yang cukup kencang sementara keadaan lampunya mati curiga ada sesuatu yang terjadi. Petugas keamanan itu langsung mendatangi rumah Reza dan mendapati suster beserta sopir disekap. Setelah membebaskan keduanya, Satpam itu menghubungi pihak keluarga.

"Saat itu saya bersama rombongan sudah sampai di Bali. Langsung dapat kabar bahwa ada peristiwa itu. Langsung kami pulang ke Surabaya. Perampok itu enggak sampai masuk ke kamar ibu majikan saya. Yang jadi korban adalah suster dan sopir kami," kata Supriatin mengisahkan kembali kronologi yang dia dapat dari Anti.

Setelah rombongan sudah sampai di Surabaya, Supriatin melihat salah satu ruang kerja majikannya dalam keadaan berantakan. CCTV yang sebelumnya terpasang di ruangan itu sudah hilang, tapi puluhan komputer yang berjajar di ruangan kerja itu masih terlihat rapi.

Supriatin mengatakan, sebelum keberangkatan rombongan karyawan konveksi dan Reza, bos mereka, ke Bali, tidak ada hal yang mencurigakan. Selama puluhan tahun bekerja di tempat itu, Supriatin memastikan, perampokan Jumat kemarin adalah yang pertama kalinya terjadi.

"Saya juga tidak curiga ke siapapun. Ya mau curiga gimana, seluruh karyawan kan ikut ke Bali. Kalau konflik atau masalah dengan bapak, saya tidak tahu. Selama saya kerja disini, tidak pernah kejadian seperti ini. Baru kali ini," kata dia.

Sementara itu, AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku. (ang/dim)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.